Ruben Amorim Dipecat sebagai Manajer Manchester United

Ruben Amorim.
(Sumber gambar: x.com/ManUtd)

Pada awal 2026 ini, Manchester United kembali menjadi sorotan karena Ruben Amorim (manajer asal Portugal yang sempat dianggap sebagai solusi jangka panjang) secara mengejutkan dipecat setelah hanya 14 bulan menjabat. Keputusan ini menandai babak baru dari masalah berkepanjangan di Old Trafford, ketika harapan tidak sesuai dengan realitas dan konflik internal yang terjadi di sana.

Amorim datang ke MU dengan reputasi membanggakan. Ia berhasil membawa Sporting CP meraih gelar juara Liga Portugal serta dikenal dengan gaya permainan menyerang 3-4-2-1. Penunjukkannya pada akhir 2024 dianggap sebagai langkah strategis oleh pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe dan tim manajemen baru, termasuk CEO Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox. Mereka melihat Amorim sebagai "arsitek" proyek jangka panjang yang bisa mengembalikan kejayaan MU. Namun, kenyataan di lapangan ternyata jauh dari harapan.

Puncak dari kegagalan Amorim terjadi pada pertemuan di Carrington pada Jumat (2/1/2026), markas latihan MU. Menurut sumber-sumber internal klub, ketegangan antara Amorim dan Wilcox mencapai puncak ketika membahas taktik dan kebijakan transfer. Wilcox menyampaikan bahwa para pemain kesulitan memahami dan memercayai sistem 3-4-2-1 ala Amorim. Mereka sering dilatih dengan formasi back four, tetapi di pertandingan resmi tetap menggunakan back three, sehingga menimbulkan kebingungan. Amorim justru menyalahkan skuad yang menurutnya perlu diganti secara signifikan, sementara Wilcox ingin mempertahankan pendekatan secara bertahap.

Konflik ini diperparah oleh tekanan dari Sir Jim Ratcliffe, yang secara terbuka menginginkan MU beralih ke formasi back four. Ratcliffe bahkan pernah menyarankan pemain seperti Bryan Mbeumo bermain sebagai wing-back. Walaupun Amorim sempat menunjukkan fleksibilitas dengan menerapkan 4-4-2 melawan Bournemouth dan 4-2-3-1 melawan Newcastle, keputusannya kembali ke 3-4-2-1 saat melawan Wolves memunculkan kekhawatiran di kalangan petinggi klub. Pertemuan panjang antara Berrada dan Wilcox setelah laga itu menjadi pertanda bahwa nasib Amorim sudah ditentukan.

Bukan hanya tentang taktik, ketidakcocokan Amorim dengan manajemen juga meluas. Ada friksi dengan direktur rekrutmen Christopher Vivell terkait kebijakan transfer. Bahkan David Gill, mantan CEO MU, mempertanyakan penggunaan pemain yang dianggap tidak sesuai visi dalam rapat dewan sepak bola. Ketidakpuasan dari pemegang saham mayoritas keluarga Glazer sudah terlihat sejak Agustus 2025, ketika hasil buruk mulai sering terlihat. Konfrontasi Amorim dengan bek Lisandro Martinez di lapangan latihan beberapa minggu sebelumnya juga menambah daftar masalah internal.

Reaksi Amorim terhadap pemecatan ini sangat dramatis. Begitu diberi tahu oleh Berrada dan Wilcox, ia langsung mengemasi barang-barangnya, mengucapkan selamat tinggal, dan meninggalkan Carrington secara tergesa-gesa. Asisten pelatihnya pun mengikuti langkah serupa, hingga para pemain yang datang bertanya ke mana mereka pergi. Amorim dan stafnya akan menerima kompensasi sekitar £10 juta (sekitar Rp226 milyar), angka yang relatif besar mengingat masa jabatannya yang singkat.

Setelah pemecatannya, MU menunjuk Darren Fletcher sebagai caretaker sementara. Nama Ole Gunnar Solskjaer pun disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk kembali sebagai caretaker sampai akhir musim ini, dengan Jonny Evans mungkin bergabung sebagai staf pelatih. Keputusan ini mencerminkan pola berulang di MU: pergantian manajer yang cepat tanpa solusi jangka panjang yang jelas.

Pemecatan Ruben Amorim merupakan cerminan dari ketidakstabilan struktural di Manchester United. Harapan besar yang dibawa Amorim terhenti karena benturan antara visi manajer dan tekanan dari petinggi serta pemilik MU. Di tengah persaingan ketat di Liga Primer Inggris, MU sekali lagi harus mencari jalan keluar dari krisis yang tampaknya tak kunjung usai. Pertanyaan besar yang muncul adalah:

Apakah kali ini mereka benar-benar bisa belajar dari kesalahan masa lalu?

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.