Michael Carrick Menjadi Harapan Baru Manchester United

Carrick ditunjuk sebagai caretaker Manchester United sampai akhir musim 2025-26.
(Sumber gambar: x.com/ManUtd)

Manchester United kembali memasuki fase transisi setelah pemecatan Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026). Klub yang sedang mengalami krisis performa ini kemudian mengumumkan pengangkatan Michael Carrick sebagai pelatih kepala interim sampai akhir musim 2025/26. Keputusan ini diumumkan pada Selasa (13/1/2026), dan menandai kembalinya Carrick ke Old Trafford setelah sebelumnya menjabat sebagai caretaker manajer pada 2021.

Carrick, yang kini berusia 44 tahun, bukanlah nama asing bagi MU dan suporternya. Sebagai mantan gelandang klub selama 12 tahun (2006-2018), ia mencatatkan 464 penampilan dan meraih lima gelar Liga Primer Inggris serta satu gelar Liga Champions. Setelah pensiun, ia bergabung dengan staf kepelatihan di bawah Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer, bahkan sempat memimpin tim secara sementara pada 2021 dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang dalam tiga pertandingan. Pengalaman ini memberikan keyakinan bahwa ia memahami standar tinggi yang diharapkan di klub berjuluk "Setan Merah" ini.

Staf pendukung Carrick terdiri dari nama-nama berpengalaman, termasuk mantan asisten timnas Inggris Steve Holland; mantan pemain Jonathan Woodgate dan Jonny Evans; serta pelatih tim U-21 Travis Binnion. Darren Fletcher, yang sebelumnya memimpin tim secara interim selama dua pertandingan pasca pemecatan Amorim, memilih kembali ke perannya sebagai pelatih tim U-18.

Proses pengangkatan ini dipimpin direktur sepak bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada, dengan persetujuan dari pemilik bersama (Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer). Wilcox menyebut Carrick sebagai “pelatih luar biasa yang tahu persis apa yang dibutuhkan untuk menang di Manchester United.” Pengangkatan ini juga didasarkan pada laporan bahwa Carrick menjadi kandidat terdepan setelah diskusi dengan Ole Gunnar Solskjaer.

Secara karier kepelatihan, Carrick memiliki pengalaman signifikan di Middlesbrough sejak Oktober 2022. Ia berhasil membawa tim dari posisi 21 besar ke peringkat keempat pada musim pertamanya, meski kalah di semifinal play-off. Namun, performa menurun di musim berikutnya (peringkat 8 pada 2023/24 dan 10 pada 2024/25), yang berujung pada pemecatannya pada Juni 2025 setelah gagal promosi ke Liga Primer Inggris.

Kondisi MU saat ini memang memprihatinkan. Tim berada di peringkat tujuh klasemen liga, tertinggal 11 poin dan lima posisi dari rival sekota, Manchester City. Hasil terbaru termasuk hasil imbang 2-2 melawan Burnley dan kalah 2-1 dari Brighton di Piala FA. Pertandingan pertama Carrick adalah derby Manchester melawan Manchester City di Old Trafford pada Sabtu ini (17/1/2026), yang menjadi pembuktian langsung taktik yang akan ditampilkannya.

Pengangkatan Carrick dipandang sebagai pilihan tepat di waktu yang juga tepat oleh beberapa pengamat. Pengalaman sebagai pemain legendaris, pengetahuan mendalam tentang klub, serta rekam jejak positif sebagai caretaker sebelumnya memberikan harapan bahwa ia dapat menyatukan tim dan mengembalikan performa yang kompetitif. Walaupun bersifat sementara, tidak menutup kemungkinan Carrick bisa menjadi kandidat permanen jika menunjukkan hasil memuaskan.

Di tengah pergantian manajerial yang terus berulang pasca era Sir Alex Ferguson, kembalinya Michael Carrick mewakili secercah harapan dan koneksi emosional dengan identitas klub. Apakah ia mampu membawa Manchester United kembali ke jalur kemenangan hingga akhir musim menjadi pertanyaan besar bagi para suporter yang haus akan kejayaan.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.