The Boys, Volume 10: Butcher, Baker, Candlestick Maker menampilkan penelusuran karakter yang emosional, kelam, dan menyayat hati. Pada miniseri enam edisi ini, Garth Ennis dan Darick Robertson sengaja menepi dari riuh pertempuran melawan Vought untuk membongkar rekam jejak Billy Butcher secara tuntas. Perjalanan naratif ini membawa pembaca menyelami akar dendam, luka masa kecil, serta deretan tragedi pahit yang akhirnya menempa sosok prajurit ini menjadi ancaman mematikan bagi kaum Supes.
Mata Rantai Trauma
Alur cerita langsung menghentak melalui adegan yang provokatif: Billy Butcher menatap dingin jenazah ayahnya, sosok pria kejam yang menanamkan benih luka batin dalam keluarganya. Lewat monolog emosional di pemakaman itu, pembaca dibawa menelusuri bab "Bomb Alley" dan "Harriet" yang mengisahkan pengabdian Butcher bersama Royal Marines dalam Perang Falkland tahun 1982.
Pertempuran Falkland menjadi tempat di mana Butcher merasa menemukan rumah sesungguhnya: dunia yang dipenuhi kekacauan dan pertumpahan darah. Ketika harus kembali menjalani hidup normal di Inggris era Margaret Thatcher, insting kekerasan itu tak pernah benar-benar padam. Ennis memperlihatkan bahwa sebelum mengenal kejahatan Supes, jiwa Butcher sudah lebih dulu dibentuk oleh perlakuan kasar sang ayah dan brutalnya medan perang.
Becky Saunders dan Titik Balik Billy Butcher
Di tengah kerasnya kehidupan jalanan yang sarat kejahatan, takdir membawa Butcher bertemu sosok Becky Saunders. Melalui bab "It Must Be Love, Love, Love", pembaca diajak menyaksikan sisi terlembut seorang Butcher. Kasih sayang tulus dari Becky menjadi titik balik positif yang menarik Butcher keluar dari dunia hitam, memberinya harapan akan kehidupan baru yang tenang dan penuh kehangatan.
Tak disangka, kebahagiaan itu hancur berkeping-keping di bab "The Last Time to Look on This World of Lies". Perubahan emosi Becky yang misterius berakhir dengan tragedi memilukan ketika ia meninggal dunia saat melahirkan bayi Supe secara prematur. Rasa syok luar biasa membuat Butcher mematikan bayi tersebut secara refleks; sebuah momen yang merenggut habis sisa empati dan kemanusiaan dari dalam dirinya.
Dari Sel Isolasi Menuju Perang Melawan Supes
Menutup bagian akhir volume lewat bab "Here Comes a Candle to Light You to Bed" dan "Every One of You Sons of Bitches", pembaca diajak menyaksikan lahirnya sosok pemimpin berdarah dingin dalam tim The Boys. Saat mendekam di sel isolasi atas tuduhan menghabisi nyawa istrinya sendiri, Butcher menerima tawaran Kolonel Greg Mallory untuk bergabung dengan CIA.
Lembar demi lembar buku harian milik Becky bertindak sebagai bahan bakar utama yang mengunci arah hidup Butcher. Kepastian bahwa seorang Supe berada di balik penderitaan serta kematian sang istri melahirkan ambisi dendam yang terstruktur rapi. Ia pun pindah ke Amerika Serikat dan menandai dimulainya era pembantaian para pahlawan super di bawah naungan unit operasi hitam The Boys.
***
Volume ini terbukti menjadi pencapaian naratif luar biasa dari duet Garth Ennis dan Darick Robertson. Keputusan menelanjangi trauma masa kecil, nasib hidup dan mati di medan perang, hingga kisah cinta tragis Billy Butcher berhasil memberi jawaban utuh atas dendam kesumat yang ia simpan. Ini adalah kisah emosional tentang bagaimana hilangnya harapan hidup sanggup mengubah pria biasa menjadi monster paling menakutkan bagi para superhero palsu ciptaan Vought.

