Spider-Man Noir #3 (2008)

(Sumber gambar: marvel.com)

Konsekuensi Kematian Ben Urich

Setelah menyadari kekuatan barunya, Peter Parker menguji kemampuannya berayun dengan jaring laba-laba dari atas gedung. Ia berniat menemui mentornya, Ben Urich, untuk meminta bantuan meruntuhkan kekaisaran mafia milik Norman Osborn (The Goblin). Namun, sesampainya di apartemen Urich, Peter terkejut mendapati ruangan tersebut berantakan dan Urich sudah tewas mengenaskan. Peter segera memanggil polisi. Sesuai dugaan, polisi bersikap apatis dan langsung menutup kasus tersebut sebagai pembunuhan tak terpecahkan, dengan alasan latar belakang Urich sebagai pecandu narkoba.

Di sisi lain, Goblin mengamuk kepada J. Jonah Jameson (JJJ). Berkas-berkas Urich yang dihancurkan JJJ ternyata tidak memuat bukti krusial yang ia cari; Goblin menyebutnya hanya seperti tumpukan konfeti. Osborn mengancam JJJ jika ia menyembunyikan sesuatu. Setelah mengusir JJJ dari kantornya, Goblin mulai menduga-duga kepada siapa Urich menitipkan sisa informasi berharga miliknya.

Rahasia di Tangan Felicia Hardy

Saat berjalan di jalanan kota, Peter dihampiri seorang pria utusan Felicia Hardy yang mengundangnya ke klub The Black Cat untuk menyampaikan belasungkawa. Tanpa mereka sadari, Ox (anggota geng Goblin) melihat Peter masuk ke kantor Felicia.

Di dalam ruangan, Felicia mengungkapkan kepada Peter bahwa Urich sebenarnya berniat mengekspos Goblin demi melindungi Peter. Felicia kemudian menyerahkan sebuah berkas rahasia berisi semua kejahatan Goblin yang selama ini disimpan Urich. Ia memperingatkan Peter untuk "TIDAK" membawa berkas tersebut ke Daily Bugle, melainkan menggunakannya dengan caranya sendiri.

Malamnya di rumah, Peter dirundung kemarahan. Ia menganggap Urich sebagai pengecut karena menahan bukti tersebut selama enam bulan; jika Urich bertindak lebih cepat, Paman Ben mungkin masih hidup. Mendengar hal itu, Bibi May menegur Peter dengan keras. May menegaskan bahwa Urich telah berbuat baik kepada Peter, dan sekarang giliran Peter untuk menghormati nama baik Urich.

Topeng yang Terbuka dan Konspirasi Baru

Pada hari pemakaman Ben Urich di Pemakaman Calvary, Queens, JJJ mendekati Peter. Dengan berpura-pura menghibur, JJJ mulai menginterogasi Peter tentang apakah Urich sempat menitipkan tugas atau informasi rahasia kepadanya. Beruntung, spider-sense-nya bekerja untuk mendeteksi bahaya, Peter pun menolak memberikan informasi apa pun dan langsung pergi.

Menggunakan berkas dari Felicia, Spider-Man mulai melancarkan serangan agresif terhadap jaringan bisnis ilegal Goblin dan selalu meninggalkan simbol laba-laba sebagai kartu nama. Aksi ini membuat klien besar Goblin mengancam akan mencabut perlindungan mereka dalam waktu satu minggu jika kekacauan ini tidak dihentikan. Berkat laporan Ox yang melihat Peter di The Black Cat, Goblin menyimpulkan bahwa Peter Parker adalah informan di balik aksi Spider-Man. Ia pun memerintahkan gengnya untuk menangkap Peter.

Misteri Chameleon dan J. Jonah Jameson

Saat membaca koran Daily Bugle yang menyudutkan aksinya, Spider-Man memutuskan menyusup ke kantor surat kabar tersebut untuk mengonfrontasi JJJ yang kini terkesan menjadi "anjing penjilat" Goblin. Namun, alur cerita berputar kembali ke adegan pembuka di edisi pertama: Spider-Man menemukan JJJ sudah bersimbah darah akibat ditembak seseorang. Sebelum tewas, JJJ meracau samar, "Dia ahli menyamar... Kau tidak akan percaya..." Polisi kemudian mendobrak pintu dan langsung menembaki Spider-Man (menghubungkan garis waktu kembali ke Edisi #1).

Spider-Man pun berhasil kabur ke markas rahasianya, menahan luka tembak. Ia memeriksa kembali berkas Goblin dan menemukan satu nama asing yang akhirnya membuka tabir konspirasi tersebut. Peter menyelinap ke kamar mayat dan menekan wajah jenazah JJJ, yang ternyata hanyalah sebuah topeng lateks! Pria yang tewas itu adalah Chameleon, saudara tiri Kraven, yang menyamar sebagai JJJ agar Daily Bugle tetap melindungi kepentingan Goblin.

Lantas, di mana J. Jonah Jameson yang asli? Cerita beralih ke sebuah ruang bawah tanah, memperlihatkan JJJ yang asli disekap tepat di samping seekor harimau yang kelaparan. Goblin juga berhasil menculik Felicia Hardy dan membawa wanita itu ke penjara. Osborn menyatakan bahwa mereka hanya tinggal menunggu "satu tamu terakhir". Sementara itu, halaman terakhir ditutup dengan pemandangan mencekam: Bibi May sedang berada di rumah sendirian, tidak menyadari bahwa Vulture tengah mengintai tepat di langit-langit rumahnya.

***

Spider-Man Noir #3 tampil sebagai sebuah twist cerita yang brilian dan penuh dengan nuansa ketegangan psikologis. Komik ini berhasil menyatukan teka-teki dari edisi pertama sambil membuka babak baru konspirasi yang jauh lebih gelap.

Kelebihan

1. Terungkapnya JJJ yang membunuh Ben Urich di edisi kedua, yang kemudian terbukti itu adalah Chameleon merupakan penulisan plot yang rapi. Dengan begitu, nama JJJ pun bersih dari tuduhan sebagai penjahat, sekaligus memberikan penjelasan logis mengapa sifat Daily Bugle mendadak berubah drastis demi membela mafia.

2. Edisi ini berhasil menyeimbangkan aksi gerilya Spider-Man yang merusak bisnis Goblin dengan elemen investigasi detektif yang kuat. Pembaca dibawa merasakan urgensi waktu karena keselamatan orang-orang terdekat Peter terancam.

3. Dialog antara Peter dan Bibi May memberikan jangkar moral yang kuat di tengah cerita yang suram ini. May mengingatkan Peter (dan pembaca) tentang esensi keadilan, mengimbangi amarah Peter yang mulai tak terkendali.

Kekurangan

Momen ketika Spider-Man membuka topeng Chameleon di kamar mayat membutuhkan perhatian ekstra dari pembaca agar tidak bingung dengan siapa yang sebenarnya mati, karena penggambaran visual detoksifikasi wajah lateksnya terkesan sangat cepat.

Kesimpulan

Edisi ketiga ini berperan sebagai penghubung menuju babak final. Dengan terungkapnya Felicia Hardy dan JJJ asli yang sedang disekap, serta Bibi May yang berada dalam ancaman Vulture sang kanibal, Spider-Man Noir #3 berhasil membangun klimaks yang luar biasa mencekam.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.