Menyaksikan Versi Teatrikal dari 'Spirited Away'

Poster Spirited Away: Live on Stage.
(Sumber: imdb.com)

Berawal dari cuplikan Spirited Away: Live on Stage yang saya tonton di Youtube, membuat saya memutuskan untuk menyewa pertunjukannya di Amazon.com.

Chihiro dan kedua orang tuanya sedang berada di dalam mobil.

Adaptasi dari Spirited Away ini disutradarai oleh John Caird pada 2022, merupakan interpretasi teatrikal dari anime ikonis karya Hayao Miyazaki dan telah mendapatkan banyak pujian dari penonton serta kritikus. Produksinya berhasil menangkap esensi magis dari film aslinya, membawa penonton ke dunia fantasi melalui seni panggung yang kreatif dan pertunjukan yang memikat. Lalu, kali ini saya ingin mengeksplorasi kekuatan adaptasi dari petunjukan ini, menekankan kemampuan sutradara yang setia dalam mempertahankan sumber asli film sambil menawarkan pengalaman teater yang unik.


Dua adegan yang menunjukkan efek sebelum dan sesudah ketika orang tua Chihiro memakan makanan dari dunia mistis.

Spirited Away: Live on Stage menceritakan tentang Chihiro, seorang gadis muda yang tanpa sengaja masuk ke dunia mistis di mana orang tuanya berubah menjadi babi. Perjalanan Chihiro untuk menyelamatkan orang tuanya dan berusaha kembali ke dunia manusia adalah inti dari narasinya. Selain itu, alur cerita di versi teatrikal ini tetap setia pada film aslinya, memastikan bahwa penggemar Studio Ghibli dan Hayao Miyazaki dapat mengapresiasi dan menikmati plot serta karakter yang sudah familiar. Meskipun begitu, adaptasi panggung pasti membawa dimensi baru pada cerita melalui elemen pertunjukan secara langsung.

Chihiro sedang memohon kepada Kamaji supaya ia bisa mendapatkan pekerjaan di sana.

Chihiro bersama Radish Spirit sedang berada di dalam lift.

Wajah Yubaba berubah menjadi besar yang ditampilkan secara teatrikal.

Sosok Kaonashi dan Aogaeru yang ditampilkan dalam versi teater.

Salah satu aspek yang paling mencolok dari adaptasi panggung adalah penggunaan boneka dan efek kreatif untuk menciptakan kembali karakter animasi ikonis dan elemen magis dari film tersebut. Saya pun merasa bahwa bentuk-bentuk boneka yang dibuat sangat bagus dan detail, sehingga bisa menangkap semangat dan esensi animasi dengan cara yang autentik dan inovatif. Misalnya, adegan transformasi ketika karakternya berubah wujud di atas panggung, dilakukan dengan perpaduan live-action dan boneka secara rapi dan pergerakan yang mulus. Pendekatan ini tidak hanya memberi penghormatan kepada animasi aslinya, melainkan juga menyoroti kreativitas dan keahlian produksi teater.

Mone Kamishiraishi sebagai Chihiro dan Kotaro Daigo sebagai Haku.

Penampilan para aktor adalah aksi menonjol lainnya dari adaptasi ini. Mone Kamishiraishi, salah satu aktris yang memerankan Chihiro, diapresiasi karena aktingnya yang menjiwai dalam menggambarkan perkembangan karakter sepanjang pertunjukan. Kemampuan mereka untuk mewujudkan peran secara total menambah kedalaman emosional pada versi panggung. Ditambah, komitmen terhadap karakter ini terlihat jelas dalam cara para aktor berinteraksi dengan boneka dan efek teatrikal, menjadikan elemen cerita fantasi menarik bagi penonton.

Adegan ikonis yang menampilkan Chihiro dan Kaonashi di dalam kereta.

Dua karakter boneka, Haedori dan Boh, dimainkan oleh aktor-aktor yang memakai pakaian cokelat untuk memanipulasi keberadaan mereka.

Seni panggung dalam Spirited Away: Live on Stage sebenarnya sederhana tetapi menunjukkan kecanggihannya, memanfaatkan set dan kostum serbaguna untuk menciptakan pengalaman yang dinamis dan mendalam. Peran petugas panggung atau aktor yang mengenakan pakaian berwarna cokelat untuk memanipulasi boneka dan alat peraga adalah teknik yang memungkinkan keajaiban cerita terungkap di depan mata, sehingga menambah efek transparansi dan memesona di atas panggung. Metode ini memastikan bahwa penonton tetap merasa berada di sandiwara pertunjukan, yang alih-alih mengurangi sensasinya, malah meningkatkannya dengan menunjukkan keterampilan yang terlihat untuk menghidupkan cerita.

Salah satu tarian yang ditampilkan oleh para aktor di atas panggung.

Para aktor bergandengan tangan sebagai salam penutup pertunjukan. Selain itu, kita bisa melihat para pemain musik di belakang panggung.

Selain itu, musik, tarian, dan arahan produksi secara keseluruhan sangat berkontribusi terhadap kesuksesan pertunjukan ini. Elemen musik, termasuk lagu dan tarian, disusun untuk melengkapi narasi dan meningkatkan efek emosional dari adegan-adegan utama. Aspek-aspek pertunjukan ini sangat bisa dinikmati oleh para penggemar anime aslinya karena bisa menangkap suasana magis yang menjadi ciri khas film-film Hayao Miyazaki.

Meskipun adaptasinya dilakukan dalam bahasa Jepang dengan subtitle bahasa Inggris yang bisa dipilih di dalam video, pemilihan bahasa asli memang sangat penting dalam menjaga nuansa budaya dan emosional cerita. Pilihan ini menggarisbawahi komitmen produksi terhadap keaslian dan kesetiaan terhadap film animenya. Penggemar Spirited Away akan menemukan bahwa adaptasi panggung tetap mempertahankan esensi dari hal-hal yang membuat anime ini menjadi klasik dan berkesan, sekaligus menawarkan cara baru dan menarik untuk menikmatinya di medium yang berbeda.

***

Dapat disimpulkan bahwa Spirited Away: Live on Stage yang disutradarai John Caird adalah sebuah karya mengagumkan bagi adaptasi teatrikalnya. Pertunjukan ini menangkap sisi magis dan semangat film Hayao Miyazaki melalui peragaan boneka yang inovatif, akting yang memikat, dan seni panggung yang kreatif. Produksinya pun tetap setia pada versi animenya sambil memberikan pengalaman baru dari pertunjukan teater secara langsung. Dengan demikian, para penggemar Studio Ghibli dan orang-orang yang mulai menyukai karya Hayao Miyazaki, bisa menemukan banyak hal untuk dikagumi dan dinikmati dalam adaptasi panggung yang memesona ini.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.