The Boys, Vol. 2: Get Some

(Sumber gambar: the-boys.fandom.com)

Jika volume pertama berfokus pada pengenalan dinamika pahlawan super elit (seperti The Seven) dan proses pembentukan kembali tim "The Boys" oleh Butcher, maka Get Some memperluas jangkauan dunianya. Ennis, Robertson, dan Aviña melangkah lebih jauh: membawa pembaca melihat dinamika pahlawan super di luar lingkaran utama Vought, sekaligus memindahkan latar aksi ke lanskap geopolitik Rusia.

Melalui dua cerita utamanya, volume kedua ini menampilkan gabungan antara investigasi kriminal, humor absurd dewasa, hingga sindiran tajam terhadap eksploitasi komunitas minoritas.

Lensa 2008: Homofobia, Maskulinitas, dan Hipokrisi

Bagian pertama dari volume ini menyoroti kasus pahlawan super mirip Batman/Iron Man bernama Tek-Knight yang mengalami dorongan seksual aneh, serta misteri kematian seorang pria gay muda yang melibatkan mantan sidekick-nya. Melalui perspektif masa kini, penggambaran isu identitas dan seksualitas dalam Get Some dengan jelas merefleksikan norma budaya pop tahun 2008; sebuah era yang terasa amat berbeda dibandingkan standar inklusivitas sekarang.

Interaksi antara Billy Butcher dan Wee Hughie di bagian ini menjadi cermin dinamika sosial pada masanya:

1. Butcher: mewakili jenis kepribadian yang santai mengumbar kata-kata ofensif (slurs), namun mengklaim dirinya tidak memiliki kebencian personal terhadap komunitas gay. Bagi Butcher, semua hal hanya alat atau distraksi dalam misinya.

2. Hughie: bertindak sebagai kompas moral pembaca. Ia menegur kecabulan kata-kata yang diucapkan Butcher, tetapi di saat yang sama menunjukkan kecanggungan dan ketidaknyamanannya sendiri ketika harus memasuki ruang-ruang komunitas queer.

Perbedaan antara dorongan sinis Butcher dan kepolosan Hughie menghasilkan retorika menarik. Ennis dengan piawai memanfaatkan dinamika ini untuk mengkritik para aktor di dunia nyata yang memanfaatkan atau mengeksploitasi komunitas marjinal demi keuntungan pribadi.

Glorious Five Year Plan dan Geopolitik Rusia

Di bagian kedua, cerita bergeser secara drastis melalui "Glorious Five Year Plan". The Boys terbang ke Rusia untuk menyelidiki fenomena misterius di mana kepala para Supes lokal tiba-tiba meledak. Di sinilah komik ini secara totalitas menunjukkan karakternya yang liar, gila, dan penuh konten gore.

Perjalanan ke Rusia ini memberikan dimensi baru pada eksplorasi sejarah dan sisa-sisa trauma ideologi masa lalu. Kita pun dikenalkan dengan karakter legendaris seperti Love Sausage, yang mampu memberikan humor absurd di tengah suasana yang makin kelam dan berdarah. Cerita ini tidak hanya menampilkan adegan kekerasan yang sadis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kekuatan Supes menjadi komoditas geopolitik yang rusak, ketika nyawa manusia (bahkan nyawa Supes itu sendiri) hanya menjadi angka dalam papan catur politik korporasi internasional.

Jejak Sejarah dan Perbandingan Zaman

Membaca The Boys, Vol. 2: Get Some hari ini memberikan pemahaman tentang bagaimana sebuah karya fiksi beradaptasi sesuai zamannya. Dibandingkan dengan versi TV-nya yang telah disesuaikan sesuai konteks saat ini (era milenial akhir dan Gen Z), komik aslinya adalah produk dari eranya: blak-blakan, ofensif, dan berani menampilkan hal-hal yang membuat kita tidak nyaman.

Meskipun beberapa pilihan bahasa dan penggambaran karakternya terasa usang (outdated) menurut standar sekarang, esensi utama dari karya Ennis dan Robertson ini tetap bisa dipahami. Sebab, Get Some adalah satire sosial tentang bahaya korporatisasi, penyalahgunaan kekuasaan, dan bagaimana kemanusiaan sering kali tergusur oleh dorongan keserakahan dan dendam.

***

The Boys, Vol. 2: Get Some mungkin tidak menampilkan hal-hal yang disukai banyak orang, terutama bagi pembaca yang terbiasa dengan norma naratif modern. Namun, sebagai sebuah karya budaya populer tahun 2008, volume ini berhasil memperluas batas dunia The Boys menjadi lebih liar, absurd, dan sarat akan kritik sosial yang tetap ngena.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.