Langkah Meyakinkan Manchester United di Zona Liga Champions

Manchester United mengalahkan Chelsea dengan skor 0-1 di Stamford Bridge.
(Sumber gambar: x.com/ManUtd)

Pada Sabtu (18/4/2024), Stamford Bridge menjadi saksi Manchester United mengalahkan Chelsea dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Matheus Cunha pada menit ke-43 menjadi penentu kemenangan tim asuhan Michael Carrick. Kemenangan ini membawa MU naik ke posisi ketiga klasemen Liga Primer Inggris dengan 58 poin, unggul tiga poin atas Aston Villa dan enam poin atas Liverpool yang menduduki tempat terakhir kualifikasi Liga Champions. Bagi Chelsea yang tertahan di posisi keenam, hasil ini adalah pukulan telak. Mereka kini tertinggal empat poin dari Liverpool dan sepuluh poin dari MU, sehingga harapan tampil di kompetisi Liga Champions musim depan semakin menipis.

Pertandingan ini berlangsung dengan MU yang tampil tanpa empat bek utama karena cedera, skors, dan masalah lainnya. Carrick terpaksa meracik pertahanan darurat dengan memasangkan Noussair Mazraoui dan Ayden Heaven sebagai duet bek tengah. Heaven (pemain berusia 19 tahun) tampil menonjol. Dengan postur 189 cm, kaki kiri yang kuat, serta kecepatan dan dominasi udara yang mumpuni, ia berhasil meredam serangan Chelsea. Gaya bertahannya yang agresif dan suka melakukan tekel cepat memang kerap membuatnya mendapat kartu kuning, tetapi kali ini ia berhasil menghindari masalah serius. Satu-satunya momen genting adalah ketika ia melakukan pelanggaran terhadap Cole Palmer sehingga menghasilkan tendangan bebas di dekat gawang MU, untungnya tendangan yang dieksekusi Enzo Fernandez berhasil dimentahkan tembok pertahanan MU.

Sementara itu, Mazraoui menunjukkan performa yang memuaskan. Meski fisiknya tidak seperti Harry Maguire atau Lisandro Martinez yang absen, pemain Maroko ini sangat nyaman menguasai bola dan membantu MU membangun serangan dari belakang. Kombinasi keduanya berhasil menjaga gawang MU dari kebobolan meski Chelsea beberapa kali mengancam, termasuk tiga kali membentur tiang gawang. Pertahanan darurat ini membuktikan bahwa MU memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk menghadapi tekanan di akhir musim.

Tendangan Cunha yang berhasil membobol gawang Chelsea.
(Sumber gambar: x.com/ManUtd)

Di lini tengah dan depan, Bruno Fernandes kembali menjadi bintang. Kapten MU ini mencatatkan assist ke-18 musim 2025/26 melalui umpan briliannya kepada Cunha. Fernandes berlari di belakang pertahanan Chelsea dari sisi kanan, kemudian mengirimkan umpan silang akurat ke depan gawang Robert Sánchez. Cunha yang sebelumnya mendapat kartu kuning karena pelanggaran, kali ini menyelesaikan peluang dengan tenang ke sudut kanan gawang. Assist ini membuat Fernandes semakin dekat dengan rekor 20 assist dalam satu musim yang selama lebih dari 20 tahun dipegang Thierry Henry. Hanya Kevin De Bruyne yang pernah menyamainya, sementara Mohamed Salah, Cesc Fabregas, dan Mesut Ozil pernah mendekati.

Di kubu Chelsea, Enzo Fernandez tampil sebagai pemain yang menonjol sekaligus simbol frustrasi. Setelah menjalani skors dua pertandingan karena komentar kontroversialnya, Enzo disambut sorak suporter ketika namanya diumumkan. Ia memang menampilkan kreativitas dan performa yang dibutuhkan, termasuk satu tembakannya yang melenceng dan umpan silang yang hampir menghasilkan gol. Namun, rekan-rekannya kurang tajam menyelesaikan peluang tersebut. Absennya Joao Pedro sebagai ujung tombak utama semakin terasa. Enzo terlihat semakin gelisah di babak kedua; ia sering turun ke belakang untuk meminta bola, bahkan sampai mendekati Wesley Fofana untuk memastikan operan. Ketika diganti Romeo Lavia menjelang akhir pertandingan, Enzo tetap duduk di bench untuk menyaksikan sisa laga. Kembalinya Enzo memberikan harapan, tetapi ia tetap tidak mampu membantu Chelsea mencetak gol selama empat pertandingan terakhir di Liga Primer Inggris.

Di sisi lain, satu momen menarik yang menjadi perhatian adalah penampilan Alejandro Garnacho yang kini membela Chelsea. Pemain berusia 21 tahun tersebut masuk menggantikan Estevao yang cedera. Meski Garnacho mengakui penyesalannya karena keputusannya meninggalkan MU, suporter MU di tribun tamu tetap memperlakukannya sebagai sosok “villain”. Ia pun disoraki setiap menyentuh bola, dan duel dengan Diogo Dalot serta tekel sempurna Mazraoui mendapatkan sorakan meriah dari suporter MU. Garnacho mencatat 64 sentuhan bola, tetapi kehilangan penguasaan lima kali dan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Dalot berhasil menghentikan aksi Garnacho setiap ia ingin menembus pertahanan MU. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena bek MU sudah mengenal betul kekuatan dan kelemahannya.

Secara keseluruhan, kemenangan Manchester United 1-0 atas Chelsea adalah tentang ketangguhan mental dan kedalaman skuad. MU berhasil memanfaatkan momen meski bermain dengan pertahanan seadanya, sementara Chelsea kembali terpaku pada masalah lama: kurangnya ketajaman untuk memanfaatkan peluang sebagai gol. Bagi MU, langkah ini semakin mendekatkan mereka ke zona Liga Champions di musim depan. Bagi Chelsea, pertandingan ini menjadi cambuk supaya mereka introspeksi jika ingin kembali ke puncak sepak bola Eropa.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.