Manchester berhasil menang atas Tottenham Hotspur dengan skor 2-0.
(Sumber gambar: x.com/premierleague)
Pertandingan antara Manchester United dan Tottenham Hotspur di Old Trafford pada Sabtu (7/2/2026) meninggalkan banyak cerita menarik. Michael Carrick berhasil membawa timnya meraih kemenangan 2-0, sekaligus memastikan empat kemenangan beruntun di Liga Primer Inggris. Situasi ini terasa seperti angin segar bagi MU yang sempat terpuruk di bawah asuhan Ruben Amorim.
Awal laga berlangsung cukup seimbang. Kedua tim tampil menjanjikan karena saling bertukar serangan. Namun, momen krusial terjadi pada menit ke-29 ketika Cristian Romero mendapatkan kartu merah secara langsung. Ia berduel dengan Casemiro dan melakukan tekel yang mengenai pergelangan kaki pemain Brasil itu. Keputusan wasit Michael Oliver pun langsung mengubah jalannya pertandingan.
Casemiro tergeletak di lapangan setelah mendapat tekel keras Romero.
(Sumber gambar: x.com/premierleague)
MU memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan cepat. Sembilan menit kemudian, gol pembuka tercipta lewat skema tendangan sudut yang rapi. Bruno Fernandes mengirim umpan rendah ke Kobbie Mainoo, kemudian ia langsung mengarahkan bola tersebut ke Bryan Mbeumo yang tanpa penjagaan di dekat kotak penalti. Tendangan melengkung Mbeumo berhasil menaklukkan Guglielmo Vicario. Gol itu menunjukkan betapa sudah dipersiapkannya set-piece MU musim ini.
Memasuki babak kedua, Spurs sempat menunjukkan perlawanan. Mereka bermain dengan sepuluh orang tapi tetap mampu menciptakan peluang. MU juga sempat merasa dirugikan ketika klaim penalti atas Harry Maguire diabaikan, serta gol Matheus Cunha dianulir karena offside. Namun, Bruno Fernandes akhirnya memastikan kemenangan lewat penyelesaian dari umpan silang Dalot di menit-menit akhir.
Kemenangan ini membawa motivasi besar bagi MU. Musim 2025/26 yang awalnya tampak suram kini berubah menjadi penuh harapan. Carrick berhasil membangkitkan semangat tim. Pemain seperti Casemiro mendapat tepuk tangan meriah ketika diganti Manuel Ugarte, menandakan kepercayaan para suporter kembali bangkit. Pemain akademi pun juga mendapat kesempatan, yaitu Tyler Fletcher yang masuk menjadi pemain pengganti di menit-menit akhir. Carrick yang memakai taktik lebih fleksibel di lini serang, terutama pada quartet depan, terbukti efektif. Mbeumo sebagai penyerang tengah, Fernandes sebagai nomor 10, serta Amad Diallo dan Matheus Cunha yang bebas berotasi.
Di sisi Spurs, kekalahan ini memperburuk posisi Thomas Frank. Setelah hasil imbang melawan Manchester City yang seharusnya membangkitkan semangat, kartu merah Romero menghancurkan rencana mereka. Spurs tak menang di liga sejak Desember 2025, dan kini menghadapi krisis cedera. Destiny Udogie kembali cedera hamstring, sementara Djed Spence juga belum pulih. Masalah rekrutmen menjadi perhatian utama, menyasar Johan Lange dan mantan direktur olahraga Fabio Paratici.
Romero sendiri berada di posisi sulit. Sebelum laga, ia menjadi "kapten yang memberontak" di mata suporter karena kritiknya terhadap pengurus klub. Frank sempat membelanya, tapi kartu merah ini (yang keenam sejak debutnya di 2021) membuatnya absen empat laga, termasuk di derby London Utara nanti. Ia sering menjadi penyelamat tim, tapi juga kerap menjadi penyebab masalah.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menyoroti perbedaan mencolok antara kedua tim. Manchester United menemukan kembali kepercayaan diri dan gaya bermain di bawah Carrick, sementara Tottenham Hotspur terus terjebak pada masalah internal dan kurangnya kedalaman skuad. Selain untuk meraih tiga poin, kemenangan ini adalah tanda bahwa musim buruk bisa berubah menjadi sesuatu yang positif jika ditangani dengan tepat. Carrick membuktikan bahwa perubahan kecil tetapi berarti bisa membawa semangat baru, sementara Frank harus mencari cara untuk bertahan di tengah badai yang semakin kencang.


