Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Sebelum film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas dirilis di bioskop Indonesia pada 2021, saya baca novelnya terlebih dulu di tahun 2016. Novel ini menjadi salah satu karya perkenalan awal saya kepada Eka Kurniawan, setelah sebelumnya saya membaca novelnya yang lain berjudul O.

Novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang saya potret pada 2016.

Jika O—bisa dikatakan—novel yang cukup tebal, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ternyata lebih tipis. Di novel ini, tema yang dibahas adalah tentang emosi manusia, cinta, balas dendam, dan kompleksitas kehidupan. Memiliki latar tempat di sebuah desa, Eka mengeksplorasi rasa cinta dan balas dendam secara beragam, menggambarkan kedua faktor tersebut sebagai elemen yang membentuk tokoh-tokohnya dan saling berkaitan.

Novel dan tiket film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang saya potret pada 2021.

***

Tokoh utamanya bernama Ajo Kawir, seorang pemuda yang tinggal di desa kecil dan suka berkelahi. Ia bersahabat dengan Si Tokek sejak masih anak-anak dan merasakan berbagai pengalaman berdua, salah satunya ketika mereka mengintip rumah yang dihuni oleh perempuan gila. Tanpa diduga, akibat ulah mengintip itu dan ketahuan oleh orang-orang di dalam rumah tersebut, "burung" Ajo Kawir tidak bisa "berdiri" lagi. Si Tokek yang telah mengajak Ajo Kawir ke sana, jadi merasa bersalah sampai mereka beranjak dewasa.

Di saat berbagai usaha untuk membangkitkan kembali "burung" Ajo Kawir yang berujung sia-sia, Ajo Kawir jadi tambah suka berkelahi untuk melampiaskan kekesalannya. Lantas, suatu hari ketika ia mendapat tugas untuk menghajar seseorang, ia bertemu perempuan yang membuat hatinya berbunga-bunga. Perempuan itu bernama Iteung dan ternyata memiliki kemampuan bela diri yang sangat jago. Ketika itu, Iteung sedang menjadi anak buah dari seseorang yang ingin dihajar oleh Ajo Kawir. Mengetahui hal itu, Iteung mengajak duel Ajo Kawir. Perkenalan yang cukup aneh memang. Sebab, dari duel tersebut, akan tumbuh benih cinta dari mereka berdua.

Selanjutnya, hubungan Ajo Kawir dan Iteung semakin dekat. Mereka pun berpacaran dan akhirnya menikah. Meskipun Ajo Kawir khawatir ia tidak bisa membahagiakan Iteung dengan "burung"-nya, itu tak jadi masalah. 

Akan tetapi, hal tak terduga terjadi setelah beberapa waktu mereka berumah tangga, Iteung tiba-tiba hamil dan membuat Ajo Kawir marah. Untuk melampiaskannya, ia pergi dari rumah dan melanjutkan aksi yang pernah ditawarkan kepadanya jauh sebelum ia menikah, yaitu membunuh jagoan yang dijuluki sebagai Si Macan.

Akibat tindakannya tersebut, Ajo Kawir dipenjara selama beberapa tahun. Setelah keluar dari sana, ternyata ia menjadi lebih tenang dalam menghadapi segala masalah yang terjadi di hidupnya. Ia belajar untuk bersabar dan berjanji tidak akan terlibat kembali dalam perkelahian yang dulu menjadi hobinya.

Ajo Kawir pun memutuskan menjadi supir truk lintas Jawa-Sumatera dan ditemani oleh keneknya, Mono Ompong. Dari kehidupan barunya itu, mereka berdua akan mengalami hal-hal kompleks lainnya, salah satunya seperti bertemu dengan Jelita si gadis misterius yang namanya dianggap tidak sesuai dengan wajahnya. Selain itu, Ajo Kawir jadi sering berkomunikasi dengan "burung" miliknya untuk meminta pendapat karena ia merasa si "burung" bisa mengajarinya tentang cara hidup tenang dan damai.

***

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas merupakan novel yang mengeksplorasi tentang cinta, balas dendam, dan penebusan. Melalui tokoh Ajo Kawir, novel ini menunjukkan kompleksitas dan perkembangan karakternya dalam memaknai kehidupan. Sebelumnya, ia digambarkan sebagai sosok yang keras dan suka berkelahi, tetapi setelah itu ia jadi lebih tenang dan bijak. Dengan demikian, novel ini mengajak pembaca untuk merenungkan pertanyaan klasik apakah cinta dan balas dendam merupakan dua hal yang bisa dipisahkan?

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.