The Forbidden Worlds of Haruki Murakami


Pertama kali saya membaca karya Haruki Murakami yaitu pada 2017 silam, berjudul Norwegian Wood. Awalnya, saya mengira bahwa ia adalah pengarang cerita realis, ternyata ia lebih condong dan banyak menghasilkan cerita yang surealis. Karena penasaran, saya pun jadi membaca karya-karyanya yang lain, sebut saja seperti After Dark, Kafka on the Shore, Hear the Wind Sing, dan Pinball, 1973. Dan, benar saja, cerita-ceritanya memang surealis karena tokoh-tokohnya memiliki kehidupan tersendiri terhadap "dunia lain" dan kejadian-kejadian magis lainnya.

Lalu, sekitar sebulan yang lalu, saya mendapatkan buku yang berisi penelitian tentang karya Haruki Murakami. Buku ini disusun berdasarkan karya terakhirnya pada saat itu (2014). Dan, salah satu hasilnya adalah tentang penciptaan "dunia lain" yang sering muncul di novel atau cerpennya. Betapa tokoh utamanya memang sangat suka sekali menjelajahi dunia tersebut untuk mencari makna hidup atau membongkar misteri-misteri yang sedang terjadi. Meskipun demikian, selain fiksi, Murakami juga menulis karya nonfiksi seperti di bukunya yang berjudul Underground. Buku tersebut disusun berdasarkan hasil wawancaranya dengan korban dan pelaku tragedi serangan gas beracun yang dilakukan oleh pengikut sekte Aum Shinrikyo pada 1995 di stasiun kereta bawah tanah Tokyo.

Dengan demikian, bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang karya penulis asal Jepang ini, saya rasa buku ini cocok untuk menambah wawasan tentang hal tersebut.

You Might Also Like

0 comments