Menjalani LDR


LDR, atau bisa diartikan sebagai Long and Desperate Relationship atau Lonely, Desperate, and Rusty adalah salah satu tipe hubungan yang lagi nge-trend akhir-akhir ini.

Hahaha... bercanda. Yang benar tuh artinya Long Distance Relationship, sebagian dari kalian pasti udah pada tahu, kan? Kalau belum, silakan bertanya kepada Mbah Google.

Di postingan gue sebelumnya, gue udah pernah menulis tentang perjalanan cinta gue yang akhirnya putus di tengah jalan akibat menjalani LDR. 

Nah dari pengalaman gue itulah, gue mau menjelaskan ke kalian apa aja sih efek-efek dari LDR?

Efek LDR ada dua, yaitu efek negatif dan efek positif:

Efek negatif:

- Para pelaku akan sering mengalami galau yang berkepanjangan karena disiksa oleh rindu ingin bertemu.

- Para pelaku akan sering menghabiskan pulsa untuk teleponan.

- Para pelaku akan sering jalan miring karena mengalami gangguan di salah satu sisi otak akibat frekuensi handphone berjam-jam untuk teelponan yang mereka lakukan setiap malam, yang dapat juga menyebabkan kerusakan sel syaraf di otak mereka. Ending-nya, mereka akan sering mengalami dengkul migrain.

- Para pelaku akan sering melamun sendiri ketika melihat orang-orang di dekatnya bisa merasakan jalan berdua bareng pasangan, sedangkan mereka sendiri hanya bisa terpaku menatap layar handphone.

Efek positif:

Gak ada.

Jadi, buat para pelaku LDR.. Come on, bukankah hubungan yang seimbang itu gak bisa hanya diwakili dengan suara dan tulisan?

Contoh:

1.
*Di telepon*

A: "Sayang, aku lagi sakit nih..."

B: "Jangan lupa minum obat ya~"

A: "Hah, gitu doang?"

B: "Emang aku harus berbuat apalagi, sayang?"

A: "Aku mau dipeluk sama kamu... :*"

B: "Kamu gak sadar? Kita kan jauh.."

2.
X: "Sayang, aku kangen~"

Y: "Iya, aku juga, sayang."

X: "Aku mau cium kamu."

Y: "Nih, muaahhh~"

*Handphone kena iler*

Bayangkan, kalau hal ini terjadi setiap hari. Ketika tiap jam makan malam tiba, lo sering nge-BBM/Whatsapp pacar untuk nyuruh makan. Eh, gak tahunya dia lagi disuapin sama orang lain. #Nyesek

Iya, emang terkadang dia yang sering mengingatkan kita untuk makan hanya melalui handphone, bisa dikalahkan oleh orang yang bisa mengajak kita makan bersama. Dia yang hanya bisa mengobrol dengan kita lewat handphone, bisa dikalahkan oleh orang yang selalu ada untuk kita dan berwujud nyata.

So, buat yang lagi menjalani LDR... udahlah, nyerah aja. Mendingan jomblo. Jelas gak ada yang dikangenin, jelas gak ada yang dipikirin, jelas gak ada yang dicemburuin, dan... jelas gak lakunya. #Doktrin

Daripada uang yang lo punya dibeliin pulsa untuk menelepon pacar yang gak tahu ada di mana rimbanya, mending uangnya dimasukin ke kotak amal atau diberikan kepada orang yang membutuhkan. Sadar gak, sih? Setiap hari kita bisa ngeluarin uang sedikitnya Rp5.000 untuk membeli pulsa, gak terasa berat. Tapi, coba deh setiap hari lo masukin uang Rp5.000 ke dalam kotak amal, pasti rasanya tuh gak relaaa banget.

Jadi, gimana? Masih mau LDR?

***

Oke, sekian dulu postingan gue kali ini. Buat yang lagi menjalani LDR, gue sengaja nulis kayak gini untuk mengetes seberapa kuat iman kalian. Pada ngerasa galau gak? Kalau iman kalian sampai goyah, apalagi sampai ngamuk-ngamuk cuma karena tulisan ini... yah, berarti LDR kalian emang hanya "maya" aja, gak ada keyakinan kalau perasaan kalian emang "nyata".

Wassalam..

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.