Spider-Man Noir #4 (2008)

(Sumber gambar: marvel.com)

Nasib Setimpal Vulture dan Amarah Bibi May

Vulture menerkam Bibi May yang sedang berada di rumahnya, kemudian mengejeknya secara kejam, mengatakan bahwa daging Paman Ben terasa lezat ketika ia mangsa. Sebelum Vulture bisa melukai May lebih jauh, Spider-Man pun muncul di belakangnya dan memerintahkan Vulture untuk melepaskan bibinya.

Begitu Vulture menjatuhkan May, Peter yang dilingkupi amarah dan ingatan akan kematian tragis pamannya, langsung menembak Vulture tiga kali sampai tewas. Alih-alih berterima kasih, Bibi May justru murka dan histeris melihat Spider-Man membunuh pria yang tidak memegang senjata di depannya. May mempertanyakan mengapa Spider-Man tidak menggunakan jaringnya saja dan malah memilih menembaknya. Ia kini memercayai rumor buruk dari media tentang Spider-Man sebagai sesosok monster. May menuntut Spider-Man (yang belum ia ketahui identitasnya) untuk menyerahkan pistol tersebut, namun Spider-Man (yang tahu bahwa Goblin tidak akan pernah berhenti) menolaknya dan segera pergi.

Pertarungan di "Torture House"

Spider-Man menuju ke tempat penyiksaan rahasia milik Goblin untuk menyelamatkan J. Jonah Jameson yang asli. Di sana, Felicia Hardy disekap bersama Jameson yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan setelah dikurung berminggu-minggu di samping kandang harimau.

Sebuah fakta mengejutkan terungkap dari mulut Felicia. Osborn menuduh bahwa Felicia-lah yang mengirim Spider-Man untuk membunuh Jameson palsu (Chameleon), namun Felicia membeberkan fakta sebenarnya: ia sedang berada di apartemen Ben Urich bertepatan saat penembakan terjadi. Ia berhasil kabur lewat tangga darurat sambil membawa berkas rahasia, dan ketika ada kesempatan, Felicia-lah yang menembak mati "Jameson palsu" (Chameleon) karena mengira pria itu adalah Jameson asli yang telah mengkhianati Urich. Mengetahui Felicia membunuh salah satu anak buah terbaiknya, Goblin pun murka.

Felicia mencakar wajah Osborn, membuat Osborn memutuskan untuk menyiksanya secara perlahan dengan melemparkannya ke dalam wadah berisi laba-laba beracun sembari menunggu Vulture membawa Peter. Saat itulah, Spider-Man turun dari langit-langit. Perkelahian pun terjadi. Spider-Man dengan cepat menjaring Montana, menghindari tembakan Kraven, dan memukul roboh Ox menggunakan pipa besi besar. Saat Kraven kembali menembak, Spider-Man menggunakan monyet peliharaan Kraven sebagai tameng hingga hewan tersebut mati tertembak tuannya sendiri.

Hancurnya Kerajaan Goblin

Goblin menarik tuas untuk membuka kandang harimau agar harimau tersebut menerkam Jameson. Namun, Spider-Man dengan sigap melompat ke punggung harimau dan menutup mulutnya dengan jaring. Atas desakan Jameson yang menyuruhnya menyelamatkan Felicia terlebih dahulu, Spider-Man membiarkan Osborn menyeret Felicia sebagai sandera. Kraven yang terluka mencoba menyerang lagi, tetapi Spider-Man dengan dingin mendorongnya masuk ke dalam wadah berisi ratusan laba-laba beracun yang langsung menggerogoti tubuh Kraven.

Spider-Man mengejar Goblin dan Felicia ke dalam saluran pembuangan air bawah tanah (sewer). Di tengah perkelahian sengit, pistol Peter jatuh ke air berlumpur. Osborn berhasil merenggut topeng Spider-Man, mengungkap wajah Peter Parker. Sebaliknya, Peter juga mencengkeram dan merobek wajah Norman Osborn; yang ternyata juga merupakan sebuah topeng untuk menyembunyikan wajah aslinya yang mirip monster.

Osborn (yang kini wajahnya layak dijuluki Goblin) pun menjelaskan bahwa ia dulunya adalah salah satu anggota dari sirkus aneh (freak show) yang selalu disiksa dan dilempari batu oleh anak-anak. Karena itulah ia membangun kerajaan kriminal agar ditakuti dan dihormati. Goblin menantang Peter untuk menarik pelatuk pistolnya agar ia menjadi pahlawan karena telah membunuhnya. Namun, Peter teringat pesan mendiang Paman Ben, Ben Urich, dan teguran keras Bibi May yang tidak ingin hidup di dunia ketika manusia saling membantai seperti binatang. Peter memutuskan untuk tidak membunuh Goblin dan membiarkannya diadili secara hukum.

Sayangnya, Goblin justru memungut pistol Peter dan balik membidiknya. Dengan refleks cepat, Peter menembakkan jaring untuk menyumbat laras pistol tersebut, membuat senjata itu meledak di tangan Goblin saat pelatuk ditarik. Di saat Goblin yang terluka mencoba melarikan diri, Kraven yang tubuhnya dipenuhi laba-laba muncul dari kegelapan dan menyeret Goblin jatuh ke dalam arus air pembuangan yang deras. Keduanya pun lenyap ditelan kegelapan.

Akhir Cerita

Dua bulan kemudian, situasi New York mulai membaik. Felicia Hardy berada di apartemennya bersama kucing-kucingnya, membaca berita utama surat kabar yang melaporkan bahwa 17 polisi korup berpangkat tinggi dan sejumlah politisi akhirnya diseret ke pengadilan.

Spider-Man muncul di jendela apartemen Felicia dan membuka topengnya di hadapan wanita itu. Peter bertanya apakah Felicia meninggalkan Ben Urich demi menjalin hubungan dengan Goblin. Felicia menolak menjawab dan mengatakan itu bukan urusan Peter. Sebelum pergi, Peter memberikan sebuah kenang-kenangan berupa foto Ben Urich dan Felicia yang sedang berpelukan sambil tersenyum hangat; meninggalkan Felicia dalam keheningan emosional.

Cerita pun berakhir dengan hancurnya geng Goblin (sebagian besar mati atau dipenjara), J. Jonah Jameson kembali memimpin Daily Bugle, dan Bibi May tetap vokal menyuarakan keadilan di podium jalanannya. Peter Parker berkomitmen untuk terus berjuang melawan monster dan kejahatan di dunia, karena baginya: "Orang baik pada akhirnya selalu menang."

***

Spider-Man Noir #4 menutup semesta ini dengan solid, penuh aksi berdarah, dan kesimpulan moral yang memuaskan. Edisi final ini pun berhasil mengikat semua konflik personal Peter Parker dengan bayang-bayang kegelapan kota New York era 1930-an.

Kelebihan

1. Keputusan Peter untuk tidak membunuh Norman Osborn adalah momen krusial yang mendefinisikan dirinya sebagai "Spider-Man", bukan sekadar pembunuh bertopeng. Benturan ideologi antara amarah pribadi Peter dan ajaran kemanusiaan Bibi May dieksekusi secara emosional.

2. Carmine Di Giandomenico menampilkan visual pertempuran di "Torture House" dan saluran pembuangan bawah tanah secara dinamis dan kelam. Terungkapnya wajah asli Norman Osborn sebagai "freak" sirkus memberikan efek psikologis tentang alasannya menjadi monster yang haus akan kekuasaan.

3. Adegan penutup antara Peter dan Felicia Hardy memberikan "warna abu-abu" yang realistis khas genre Noir. Tidak ada akhir bahagia yang klise; yang ada hanyalah penerimaan akan masa lalu yang pahit dan tekad untuk terus melangkah maju.

Kekurangan

Meskipun Peter memilih untuk tidak membunuhnya, kematian Goblin akibat senjatanya sendiri dan sergapan Kraven terasa agak terlalu cepat sebagai cara instan untuk melenyapkan sang antagonis tanpa mengotori tangan sang pahlawan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Spider-Man Noir #4 adalah akhir yang luar biasa untuk salah satu eksperimen alternate universe yang pernah dibuat Marvel. Komik ini berhasil membuktikan bahwa bahkan di dunia tanpa harapan yang paling kelam sekalipun, esensi dari Spider-Man (yaitu tanggung jawab dan kemanusiaan) tetap mampu bersinar.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.