'Factfulness' oleh Hans Rosling


Buku berjudul Factfulness: Ten Reasons We're Wrong About The World - And Why Things Are Better Than You Think ini sangat menambah wawasan saya tentang bagaimana seharusnya saya memandang dunia. Di sini, Hans Rosling mencoba untuk meyakinkan pembacanya dengan sepuluh alasan yang ia sajikan bahwa pengetahuan umum tentang masalah-masalah yang terjadi di dunia ini banyak yang keliru. Dengan data dan grafik yang ia tampilkan, meskipun ia juga mengakui bahwa jangan terlalu terpaku dengan data yang sembarangan, ia menjelaskan bahwa sebenarnya dunia semakin hari semakin menuju ke arah yang lebih baik. Selain itu, ia juga sangat anti dengan label "orang barat" dengan yang bukan, seakan-akan hanya orang barat-lah yang menjadi masyarakat superior dan hidup dalam kemajuan.

Hans Rosling (1948-2017) ketika sedang memberikan presentasi di TEDx.
(Sumber: nytimes.com)
Kemudian, dalam salah satu topiknya, Rosling mencoba membagi kondisi setiap penduduk dalam empat level; level pertama adalah penduduk yang hidup di garis kemiskinan yang sangat parah; level kedua adalah penduduk yang meskipun berada di garis kemiskinan, ia masih bisa mencukupi kebutuhannya; level ketiga adalah penduduk yang sudah berada dalam kondisi berkecukupan, bahkan cenderung lebih; dan level empat adalah penduduk yang hidup dalam kemewahan (bukan hanya harta, tetapi juga akses yang bisa dijangkau dengan mudah seperti kesehatan, pendidikan, tempat hiburan, dan lain-lain) serta segalanya tercukupi. Dari pembagian tersebut, kita bisa memahami tentang kondisi setiap negara lebih banyak penduduknya cenderung berada di level yang mana, sehingga kita tidak melabel negara tersebut adalah negara miskin atau terbelakang, padahal di sana kehidupan pun sedang berproses ke arah yang lebih baik.

Dengan demikian, dari buku ini, saya merasa Rosling memberikan pemahaman bahwa kita harus berendah hati dalam memahami segala permasalahan sosial yang terjadi di dunia. Jangan sampai, kita terlalu percaya dari dugaan semata atau dari media yang biasanya cenderung memilih berita-berita sensasional, sehingga kita menutup mata tentang proses kemajuan yang sedang berlangsung di dunia.

You Might Also Like

0 comments