Dua Kisah Cinta dalam Satu Cerita


Karena sudah lumayan lama tidak membaca tentang kisah cinta dan kebetulan saat itu ada buku impor yang diskon, saya pun memutuskan untuk membelinya, lalu membaca novel ini. Selain itu, novel berjudul The Longest Ride ini adalah novel pertama dari Nicholas Sparks yang saya baca.

***

Berkisah tentang perjalanan cinta dua pasangan, Ira dan Ruth serta Luke dan Sophia. Masing-masing memiliki pasang surut dan cobaan dalam menghadapi masalah yang terjadi. Kita bisa mengetahui kisah cinta Ira dan Ruth ketika Ira mengalami kecelakaan mobil. Ia--yang sudah berumur sembilan puluh satu tahun--sendirian berada di dalamnya dan belum ada yang menolongnya, tapi seketika bayangan Ruth--yang sudah meninggal sembilan tahun lalu--muncul di sampingnya; kemudian Ruth bercerita dan mengungkapkan momen saat pertama kali mereka bertemu sampai akhirnya memutuskan menjadi suami-istri.

Berbeda dengan Ira dan Ruth, Luke dan Sophia adalah pasangan berumur dua puluhan tahun yang dipertemukan dalam pesta yang diadakan dari kampus Sophia. Saat itu, Sophia merasa tak nyaman karena sering diganggu oleh mantan pacarnya, Brian, yang masih mengejar-ngejarnya. Karena sikap Brian sudah keterlaluan, Luke yang melihat peristiwa itu langsung menyelamatkan Sophia dan mengusir Brian supaya tak mengganggunya lagi. Ternyata, dari kejadian itu, mereka berdua mulai saling mengenal dan dekat, lalu memutuskan untuk berpacaran.

***

Ada dua momen yang membuat saya sedih dan terharu dalam mengikuti hubungan pasang surut rumah tangga Ira dan Ruth. Pertama, adalah momen ketika Ira didiagnosis memiliki penyakit yang mengakibatkan mereka jadi tidak bisa memiliki anak. Karena Ruth adalah guru SD, ia pernah berpikir untuk mengadopsi salah satu muridnya. Ia bernama Daniel dan adalah murid paling nakal di kelasnya. Setelah diselidiki, ternyata ia merupakan anak yatim-piatu dan tinggal bersama kakak tirinya. Mengetahui latar belakang Daniel, Ruth jadi memahami bahwa ia berbuat nakal untuk mencari perhatian, sehingga Ruth mulai mendekatinya dan menawarinya untuk mendapatkan pelajaran tambahan di rumah Ruth. Secara perlahan, sikap Daniel berubah menjadi lebih baik. Melihat perkembangan positif itu, Ruth dan Ira jadi semakin yakin bahwa Daniel adalah "cara" lain Tuhan untuk memberikan mereka keturunan. Namun, sayangnya, beberapa hari setelah keputusan itu, Daniel tiba-tiba tidak masuk sekolah selama berhari-hari. Setelah diselidiki ke rumah kakak tirinya, ternyata mereka telah pindah dan tidak mengabari kepada orang-orang terdekatnya. Harapan mereka untuk mengadopsi anak pun pupus. Dari kejadian itu, membuat Ruth depresi, sehingga ia pernah berpikir untuk meninggalkan Ira. Momen kedua adalah ketika Ira menceritakan kesendiriannya setelah Ruth meninggal. Karena mereka hanya hidup berdua dan tak memiliki anak serta saudara lain, jadi Ira harus bisa mengatasinya dengan membiasakan dirinya dalam menikmati kesendirian, meskipun itu menyakitkan. Saya jadi membayangkan bagaimana kesendirian itu dirasakan ketika sama sekali tak ada seorang pun di sekitar untuk menjaga atau menemani. Setiap hari diisi dengan lamunan-lamunan masa lalu. Sampai pada akhirnya, ada seseorang yang tak diduga datang ke rumah Ira untuk memberikan informasi tentang Daniel dan "hadiah" yang dibuat Daniel untuk ia dan Ruth. Kedatangan orang tersebut menjadi semangat baru untuk Ira dalam menjalani hidupnya.

Kemudian, dalam kisah Luke dan Sophia, yang saya soroti adalah tentang latar belakang mereka masing-masing. Luke adalah seorang koboi yang memiliki reputasi baik di kejuaraan menunggangi banteng (atau dalam istilah secara umum di Amerika Serikat disebut professional bull riding) serta pengelola peternakan milik orang tuanya. Tak disangka, suatu hari di perlombaan yang ia ikuti, ternyata ia diserang banteng yang ia naikki, sehingga kepalanya mengalami cedera parah. Untuk membiayai pengobatan lukanya, ibunya harus merelakan sebagian lahan peternakannya untuk digadaikan ke bank. Dari kejadian itu, Luke pun merasa bersalah dan ia bertekad untuk melunasi utang tersebut, meskipun ia harus ikut kompetisi professional bull riding lagi. Sedangkan Sophia, ia adalah seorang mahasiswi di Universitas Wake Forest jurusan Seni. Karena ia berasal dari keluarga menengah ke bawah, jadi jalan satu-satunya untuk mengubah nasib menjadi lebih baik adalah dengan menjadi sarjana. Namun, ada momen ketika ia jadi depresi dan ingin mengakhiri hidup ketika ia mengetahui Brian--yang saat itu jadi pacarnya--selingkuh dengan perempuan lain, padahal ia pernah memaafkan tindakannya itu, tapi ternyata masih diulanginya lagi. Mengetahui bahwa ia harus tetap menjalani hidup, ia memutuskan hubungan dengan Brian dan akhirnya fokus pada kehidupan kuliahnya. Kisah selanjutnya, ia bertemu dengan Luke seperti yang sudah saya jelaskan di awal. Saya merasa, karena mereka berdua berasal dari kelurga menengah ke bawah, membuat obrolan Sophia dengan Luke terasa "nyambung". Mereka sama-sama berjuang dan bekerja keras dalam menjalani kehidupan dan supaya mendapatkan nasib yang lebih baik.

Lebih lanjut, ketika kisah di novel ini segera berakhir, kita akan mengetahui bagaimana Luke dan Sophia bisa bertemu dengan Ira yang sedang mengalami kecelakaan. Kemudian, akibat pertemuan itu, ada peristiwa yang akhirnya membuat nasib Luke menjadi berubah drastis.

***

Dua kisah cinta dalam satu cerita. Meskipun begitu, yang menjadi favorit saya adalah perjalanan cinta antara Ira dengan Ruth karena lebih membuat saya "ngena" dan sedih akibat kondisi psikologis yang dialami oleh karakter mereka berdua. Selain itu, membuat saya berpikir juga tentang kehidupan berumah tangga. Jika sudah berkomitmen menjadi suami-istri, berarti si pasangan harus siap menerima kekurangan dan kelebihan serta segala hal yang akan terjadi, salah satunya--seperti yang dijelaskan dalam cerita--adalah ketika si pasangan tidak bisa mempunyai keturunan. Dengan demikian, komunikasi yang baik dan sikap saling memahami harus selalu terus dijaga, sehingga permasalahan yang melanda bisa dicari solusinya. Selain itu, jika siap mencintai, berarti siap kehilangan. Seperti yang dialami Ira ketika Ruth meninggal terlebih dahulu. Semangat hidupnya jadi berkurang dan itu memang wajar. Namun, hidup harus terus berjalan dan tentunya sebisa mungkin harus disikapi dengan bijaksana.

You Might Also Like

0 comments