The Seven Good Years


The Seven Good Years adalah sebuah memoar yang ditulis oleh Etgar Keret dan terbit pada 2015. Buku ini bukanlah karya fiksi seperti selama ini ia tulis; melainkan kumpulan esai pribadi yang merefleksikan berbagai pengalaman hidup Keret selama tujuh tahun, mulai dari kelahiran putranya sampai kematian ayahnya. Selain itu, buku ini membahas berbagai topik, mulai dari keluarga dan peran sebagai orang tua sampai politik dan masyarakat.

Ulasan-ulasan kepada buku ini, yang saya baca di Internet, secara umum positif, memuji gaya penulisan Keret yang cerdas dan berwawasan luas; serta kemampuannya memadukan humor dan kesedihan bahkan ketika membahas masalah sensitif. Lebih lanjut, berikut adalah beberapa poin dari buku ini menurut sudut pandang saya:

Dinamika keluarga: Keret mengeksplorasi rasa gembira dan tantangan menjadi seorang ayah, perkembangan hubungannya dengan anak lelakinya, dan emosi kompleks yang berhubungan dengan kesehatan ayahnya yang semakin menurun. Seperti pada judul Bird's Eye, Keret dan keluarganya memperdebatkan tentang game Angry Birds yang bagi mereka memiliki makna pengorbanan yang dilakukan para burung untuk membasmi para babi.

Refleksi pribadi: Melalui memoarnya, Keret merefleksikan pertumbuhan pribadi, identitas diri, dan perjalanan hidup. Tulisannya sering menyeimbangkan humor dengan momen introspeksi.

Surealisme dan realitas: Meskipun memoar ini didasarkan pada peristiwa kehidupan nyata, gaya sureal dan imajinatif Keret tetap ditampilkan, menciptakan perpaduan antara hal biasa dan luar biasa.

Menulis dan bercerita: Sebagai penulis terkenal, Keret mendiskusikan keahliannya dan bagaimana pengalamannya memengaruhi tulisannya. Di samping itu, dalam pengalamannya menjadi penulis, ia bercerita di judul Strange Bedfellows ketika ia menghadiri festival sastra di Bali. Karena tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dengan negaranya, sehingga ia cukup sulit mengurus izin masuk. Orang tuanya pun waswas ketika mengetahui bahwa di Indonesia terdapat beberapa orang yang anti-Yahudi, mereka takut ia mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Secara keseluruhan, The Seven Good Years menawarkan pembaca sebuah lorong ke dalam kehidupan dan pikiran Keret, baik secara pribadi maupun universal. Selain itu, buku ini cocok bagi kamu yang menikmati cerita Keret dan menyukai memoar yang menggabungkan humor, emosi, dan pengamatan yang menggugah pikiran tentang masyarakat, politik, dan keluarga.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.