The Boys, Vol. 9: The Big Ride

(Sumber gambar: goodreads.com)

The Boys, Vol. 9: The Big Ride menjadi jembatan naratif krusial. Volume ini menautkan potongan sejarah yang kelam, trauma masa lalu, serta eskalasi konflik yang siap meledak setiap saat. Melalui sudut pandang Billy Butcher hingga Greg Mallory, cerita ini menyingkap akar kejahatan para pahlawan super (Supes) sekaligus menunjukkan betapa rentannya pertahanan The Boys dan The Seven.

Dosa Asal dan Bencana Sejarah

Mengawali cerita lewat bab "Proper Preparation and Planning", Garth Ennis memadukan isi pikiran Billy Butcher dan ingatan Homelander dalam satu garis lurus. Kedua karakter utama ini menatap ulang peristiwa kelam yang mengubah peta konflik mereka: tragedi 9/11 dalam semesta The Boys, sewaktu Jembatan Brooklyn runtuh akibat kecerobohan fatal The Seven.

Melalui kilas balik tersebut, pembaca disadarkan bahwa peristiwa tewasnya cucu-cucu Greg Mallory di tangan Lamplighter beserta kesepakatan gencatan senjata setelahnya, gagal menghadirkan kedamaian. Langkah diplomatis itu hanyalah bom waktu yang menunggu untuk meledak. Selain itu, di dalam markas The Seven, latihan terbang yang dilakukan asal-asalan oleh Black Noir menjadi gambaran jelas betapa tidak stabilnya mental para pahlawan super tersebut. Situasi ini pun menegaskan satu hal: masa tenang di antara kedua kubu sudah berada di ambang batas akhir.

"Barbary Coast": Sejarah Kelam Militerisasi Compound V

Sekembalinya dari Skotlandia, Wee Hughie terbang ke wilayah barat Amerika untuk menemui sosok di balik berdirinya The Boys, Letnan Kolonel Greg Mallory. Melalui bab "Barbary Coast", Ennis membuka rekam jejak masa lalu secara terperinci. Mallory memaparkan sejarah awal diterjunkannya para Supe ke medan perang dunia kedua di bawah pimpinan Soldier Boy versi orisinal.

Kesaksian Mallory dari medan tempur membongkar fakta kelam: pengerahan Supes berbekal Compound V dalam laga nyata tak pernah menghadirkan keunggulan taktis. Aksi mereka malah berujung pada malapetaka pembantaian massal lantaran nihilnya pelatihan militer dan sikap ugal-ugalan. Sejarah ini menjadi alasan mendasar CIA membentuk The Boys. Kesaksian tersebut memberi pemahaman utuh bagi Hughie dan pembaca bahwa perang melawan Vought jauh lebih besar dari sekadar dendam pribadi; aksi ini merupakan gerakan membendung ancaman eksistensial yang telah mengintai kemanusiaan selama berpuluh tahun.

Kembalinya Hughie dan Puncak Konflik The Boys

Pada bab penutup "The Big Ride", kembalinya Hughie ke dalam The Boys disambut hening tanpa perayaan. Ketegangan antara The Seven dan The Boys pun bereskalasi cepat menuju titik balik. Interaksi sengit antara Jack from Jupiter dan The Boys, disusul kemunculan tokoh misterius bernama Doctor Peculiar, menjadi pemantik utama bagi ledakan konflik yang kian tak terkendali.

Ilustrasi Russ Braun dan John McCrea berhasil menghidupkan atmosfer suram yang menaungi seluruh alur cerita. Gestur serta mimik para tokoh (mulai dari rasa takut yang disembunyikan Homelander hingga tatapan dingin Butcher yang penuh perhitungan) menegaskan bahwa pertarungan ini sama sekali tak lagi menyisakan ruang bagi kompromi.

***

The Boys, Vol. 9: The Big Ride menghadirkan jembatan cerita yang solid antara masa lalu dan krisis hari ini. Keberhasilan volume ini bersumber dari keberanian membongkar rekam jejak kelam Compound V di era perang melalui penuturan Mallory, serta gambaran rinci atas keretakan internal kedua kubu. Kolaborasi Garth Ennis, Russ Braun, dan John McCrea pun resmi membuka jalan menuju pertempuran akhir yang terasa brutal, menghancurkan, dan tak mungkin terhindarkan.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.