The Boys, Vol. 6: The Self-Preservation Society

(Sumber gambar: goodreads.com)

The Boys, Vol. 6: The Self-Preservation Society, karya Garth Ennis bersama tim ilustrator (Darick Robertson dan Carlos Ezquerra), mengalihkan fokus cerita dari konspirasi politik ke pertarungan fisik yang sengit dan kisah latar belakang para karakternya. Selain menampilkan pertempuran paling brutal melawan kelompok fasis, volume ini juga mengungkap masa lalu dari Mother’s Milk, Frenchman, dan The Female yang membuat mereka bergabung dalam tim The Boys.

Membongkar Warisan Fasisme dan Balas Dendam

Bagian pertama memperlihatkan puncak ketegangan yang sengit. Murka karena sering diperas oleh The Boys, Stormfront (seorang pahlawan super veteran Perang Dunia II berideologi Nazi) memimpin timnya yang bernama "Payback" untuk membasmi The Boys.

Konflik ini dengan cepat berubah menjadi aksi pembantaian yang sadis. Ketika Stormfront menghajar The Female sampai koma, anggota The Boys pun tak lagi berpikir menggunakan strategi, melainkan langsung ingin mebalaskan dendam. Kerja sama The Boys bersama Love Sausage dalam menghabisi Stormfront hingga matanya buta merupakan simbol bahwa manusia telah bersatu untuk menghancurkan sosok-sosok yang masih menganut paham fasisme.

Namun, sisi terkejam dari Butcher kembali terlihat di akhir pertempuran. Setelah CEO Vought tewas, Butcher pun menculik Soldier Boy III dan menyiksanya sampai mati demi mendapatkan informasi. Momen ini menegaskan betapa gelapnya moral Butcher: demi mencapai tujuannya, ia rela menjadi monster yang sama kejamnya dengan para pahlawan super (Supes) yang ia benci.

Tiga Cerita Masa Lalu: Sisi Manusiawi para Anggota The Boys

Bagian kedua komik ini berfokus pada masa lalu tiga anggota tim yang diceritakan kepada Wee Hughie:

1. Mother’s Milk:
Mother’s Milk/MM (Baron Wallis) adalah satu-satunya anggota The Boys yang terlahir dengan zat Compound V di dalam darahnya. Kondisi ini memberinya kekuatan super, tetapi juga membawa petaka bagi keluarganya: adiknya tewas karena memiliki kekuatan super yang tak terkendali, sementara ayahnya meninggal usai menuntut perusahaan Vought di pengadilan. Setelah ayahnya wafat, ia masuk militer dan menjadi petinju hebat. Namun, usai tak sengaja membunuh lawannya menggunakan kekuatan super sehingga ia masuk penjara, ia pun dibebaskan dan direkrut Billy Butcher untuk bergabung dengan The Boys. Nama julukan "Mother's Milk" sendiri berasal dari kondisinya yang wajib meminum ASI (milik ibunya) secara rutin agar tetap bertahan hidup.

2. Frenchman:
Frenchie (atau yang dikenal sebagai Frenchman) adalah salah satu anggota terkuat The Boys. Berkat suntikan zat Compound V, ia memiliki kekuatan fisik, daya tahan tubuh, dan penciuman yang jauh melebihi manusia biasa. Meski terkenal ramah dengan anggota tim lainnya, Frenchie memiliki naluri membunuh yang berbahaya dan sulit dikendalikan jika emosinya sudah terpancing.

Sebelum bergabung dengan The Boys, Frenchie menjalani hidup yang kompleks di desa kecilnya. Setelah pulang dari perang, ia mendapati kekasihnya direbut oleh rival masa kecilnya, Black Pierre. Menolak bertarung karena trauma perang, sang ayah akhirnya menggantikan posisinya dalam sebuah duel unik demi membela kehormatan keluarga. Namun, Black Pierre curang hingga menyebabkan ayah Frenchie tewas, disusul ibunya yang meninggal karena duka akibat kehilangan sang suami. Dipenuhi rasa bersalah, Frenchie pun membalas dendam dengan membunuh Black Pierre, lalu pergi meninggalkan desanya sebelum akhirnya direkrut Billy Butcher.

3. The Female:
The Female adalah anggota wanita satu-satunya di The Boys yang bertugas sebagai petarung utama bersama Frenchie. Ia tidak pernah berbicara (selektif bisu) dan memiliki kekuatan super serta dorongan membunuh yang dahsyat. Kemampuan ini ia dapatkan secara tidak sengaja sewaktu masih balita di Jepang, ketika ia merangkak masuk ke laboratorium tempat ibunya bekerja dan jatuh ke dalam wadah limbah Compound V. Setelah tak sengaja membunuh seorang ilmuwan, ia pun ditangkap, dikurung di dalam kandang, dan darahnya terus-menerus diambil untuk bahan penelitian.

Setelah berkali-kali gagal melarikan diri, ia akhirnya diselamatkan Billy Butcher dan diajak bergabung ke dalam The Boys. Meski sudah diselamatkan dan menjadi bagian dari tim, hasrat membunuhnya tidak pernah hilang. Karena itu, jika aksinya bersama The Boys dirasa belum cukup untuk melampiaskan dahaganya, ia kerap bekerja sampingan sebagai pembunuh bayaran untuk kelompok Mafia lokal.

***

The Boys Vol. 6: The Self-Preservation Society berhasil menggabungkan perkelahian sengit dengan cerita emosional yang menyentuh hati. Melalui aksi brutal ketika melawan Stormfront dan pengungkapan masa lalu para anggota The Boys, komik ini membuktikan bahwa The Boys bukan hanya tim pembantai Supes. Mereka sebenarnya adalah kumpulan orang-orang yang terluka dan saling menguatkan untuk tetap menjadi manusia di tengah dunia yang semakin kacau.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.