Menafsirkan Kembali Sosok Superman di Tahun 2025

Poster Superman (2025).
(Sumber gambar: imdb.com)

Film Superman (2025) berhasil menghidupkan kembali sosok pahlawan super yang selama ini dianggap terlalu sempurna, tak tersentuh, bahkan terlalu asing bagi sebagian orang. Sebagai seseorang yang lebih menyukai karakter seperti Batman (yang lebih manusiawi karena trauma yang terjadi kepadanya), saya awalnya skeptis terhadap reboot terbaru Superman ini. Namun, di tangan James Gunn, yang dikenal lewat karya-karyanya seperti Guardians of the Galaxy dan The Suicide Squad, film ini berhasil mengejutkan saya. Gunn membuat Superman relevan dan menjadikannya pahlawan yang begitu manusiawi, emosional, dan relatable.

Manusia di Balik Jubah

Superman menyelamatkan seorang anak dari reruntuhan bangunan.
(Sumber gambar: imdb.com)

Salah satu keberhasilan terbesar film ini adalah bagaimana Gunn dan timnya menangkap esensi Superman bukan sebagai dewa yang turun ke bumi, melainkan sebagai manusia yang kebetulan memiliki kekuatan luar biasa. David Corenswet, yang memerankan Clark Kent/Superman, menghadirkan penampilan yang memukau. Ia menunjukkan Clark sebagai sosok yang menawan, tulus, sedikit naif, tetapi memiliki hati yang besar (seorang anak petani dari Kansas yang hanya ingin melakukan kebaikan). Corenswet berhasil menampilkan kontradiksi dalam diri Superman: seorang alien yang justru lebih manusiawi daripada kebanyakan manusia di Bumi. Dibandingkan dengan pendahulunya (Henry Cavill), Corenswet membawa jiwa karakter ini secara alami.

Gunn dengan piawai memilih untuk tidak mengulang cerita asal-usul Superman yang sudah terlalu familiar. Sebaliknya, film ini langsung membawa penonton ke dunia ketika Superman sudah dikenal, tetapi tetap menghadapi tantangan yang kompleks. Tantangan ini bukan hanya fisik, seperti melawan monster raksasa atau penjahat super, tetapi juga moral, politik, dan filosofis. Gunn menyelipkan komentar sosial tentang isu-isu kontemporer, seperti penyalahgunaan media, dinamika politik global, dan kepercayaan publik yang semakin berkurang. Namun, yang membuat versi ini istimewa adalah film ini tidak pernah terasa seperti sedang menggurui. Semuanya terasa relevan, tepat waktu, dan sangat dibutuhkan di era sekarang.

Sisi Emosional yang Menyentuh

Lois Lane yang diperankan oleh Rachel Brosnahan.
(Sumber gambar: imdb.com)

Salah satu kejutan terbesar dari Superman (2025) adalah kekuatan emosionalnya. Hubungan antara Clark dan Lois Lane, yang diperankan Rachel Brosnahan, menjadi jantung cerita. Lois Lane versi Brosnahan adalah seorang jurnalis yang gigih, cerdas, dan tidak kenal kompromi. Interaksi mereka penuh dengan dinamika: bertengkar, bercanda, dan saling mencintai dengan cara yang nyata. Chemistry antara Corenswet dan Brosnahan membuat setiap adegan mereka terasa istimewa, baik saat mereka berdebat tentang etika jurnalisme maupun saat mereka berbagi momen-momen kecil yang penuh kehangatan.

Clark Kent dan ayahnya.
(Sumber gambar: imdb.com)

Selain itu, hubungan Clark dengan orang tua angkatnya di Kansas memberikan lapisan emosional lain yang begitu kuat. Ada momen-momen kecil, seperti saat Clark meneteskan air mata karena kata-kata sederhana dari ayah angkatnya. Film ini pun berhasil membuat Superman, sosok yang selama ini dianggap tak terkalahkan, terasa lebih manusiawi.

Pemeran Pendukung

Dari kiri ke kanan: Hawkgirl, Mr. Terrific, dan Green Lantern.
(Sumber gambar: thedirect.com)

Pemeran pendukung dalam film ini juga luar biasa. Nicholas Hoult sebagai Lex Luthor adalah pelengkap sempurna untuk karakter penjahat ikonik ini. Lex versi Gunn merupakan sosok yang dingin, penuh perhitungan, dan benar-benar jahat. Ia adalah antagonis yang membuat penonton ingin melempar sesuatu ke layar. Rachel Brosnahan, seperti yang telah disebutkan, mencuri perhatian sebagai Lois Lane. Nathan Fillion sebagai Green Lantern, menggunakan cincin sebagai kekuatannya untuk membentuk benda kreatif dan mengundang tawa. Isabela Merced sebagai Hawkgirl membawa semangat baru, sementara Edi Gathegi sebagai Mr. Terrific mampu mencuri perhatian dengan gaya bertarungnya yang unik.

Mengapa Superman Penting di Era Ini?

Ketika kredit akhir muncul, satu hal menjadi jelas: Superman (2025) adalah film yang melebihi ekspektasi. James Gunn telah membuktikan bahwa ia mampu menafsirkan pahlawan yang dianggap terlalu sempurna menjadikannya relevan, emosional, dan menginspirasi. Film ini bukan hanya tentang pahlawan super yang terbang cepat atau mengangkat gedung. Ini tentang kasih sayang, kebaikan, dan melakukan hal yang benar bukan untuk pujian.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.