Marvel's Spider-Man: Hostile Takeover


Kisah Spider-Man dalam bentuk komik, gim, novel, film, dan medium lain memang masih akan terus bermunculan dengan beragam versi. Pada 2018 lalu, Insomniac Games merilis gim Spider-Man untuk Playstation 4 yang membuat penggemar superhero tersebut tak sabar untuk memainkannya. Dengan kostum yang berbeda dan terbaru dari berbagai versi sebelumnya, membuat gim tersebut jadi lebih menarik. 

Kemudian, ternyata di gim tersebut diterbitkan juga novel prequel-nya berjudul Marvel’s Spider-Man: Hostile Takeover. Saya, sebagai salah satu penggemar si Manusia Laba-Laba, baru mengetahui novel itu pada 2020, sehingga saya pun langsung membelinya di toko daring. Untuk versi gimnya, saya memang belum ada rencana untuk membeli Playstation 4 atau 5, jadi mungkin kalau penasaran tentang kelanjutan kisahnya, saya bisa menonton gimnya di Youtube.

Peter Parker versi Insomniac Games (Remastered)
Sumber: nme.com
Novel ini ditulis oleh David Liss dan diterbitkan oleh Titan Books. Di versi ini, Spider-Man sedang berusaha menangkap Wilson Fisk alias The Kingpin yang sudah lama menghilang dari New York dan meninggalkan kesan buruk, tetapi tiba-tiba ia muncul kembali dengan menampilkan citra yang baik. Spider-Man yang tak mudah percaya pun mulai menyelidiki niat sebenarnya dan ia tak akan membiarkan Fisk kembali menghilang supaya ia bisa segera memasukkannya ke penjara.

Wilson Fisk versi Insomniac Games
(Sumber: Playstation.com)
Selain itu, di kisah ini juga memfokuskan tentang kehidupan pribadi Peter Parker. Salah satunya tentang hubungannya dengan Mary Jane Watson (selanjutnya MJ) yang saya rasa berbeda dari film atau novel versi lain yang saya nikmati. Bisa dikatakan, sosok MJ di sini lebih aktif dan menonjol untuk mengisi jalan cerita karena ia bekerja menjadi jurnalis investigasi di Daily Bugle. Ditambah, tugas MJ saat itu adalah menyelidiki kasus Wilson Fisk terhadap usaha properti yang dimilikinya. Nah, mengetahui hal itu, Peter sebagai sang kekasih menjadi khawatir karena MJ berhadapan dengan penjahat besar New York. MJ pun lama-kelamaan menjadi tak nyaman karena kekhawatiran berlebihannya itu, sehingga ia mulai mempertimbangkan apakah hubungan asmara yang dijalani mereka bakal berlanjut atau putus.

Mary Jane Watson versi Insomniac Games
(Sumber: marvel.fandom.com)
Di sisi lain, mengetahui bahwa kehadirannya di New York sudah menjadi perhatian banyak orang, khususnya Spider-Man, Wilson Fisk merekrut pasukannya sendiri untuk memperketat penjagaannya. Salah satu penjaga yang dimaksud adalah Maya Lopez alias Echo yang memiliki kemampuan bela diri di atas rata-rata remaja seumurannya. Fisk sudah merawatnya sejak kecil dan menanamkan doktrin bahwa ayahnya dibunuh oleh Spider-Man, sehingga membuat Maya dendam kepada si Manusia Laba-Laba.

Ilustrasi Maya Lopez alias Echo
(Sumber: marvel.com)
Selain itu, ada juga tokoh lain yang masih berafiliasi dengan Fisk tetapi ia lebih cenderung melakukan kejahatan sesuka hati, bernama Michael Bingham. Ia merupakan anak yatim-piatu dengan kondisi psikis yang tidak stabil akibat siksaan yang ia terima saat masih kanak-kanak. Namun, suatu hari ketika ia sudah dewasa dan hidup menggelandang, ada orang yang tiba-tiba menawarinya tempat tinggal, yang sebenarnya adalah laboratorium penelitian. Di sana, Bingham menjadi bahan uji coba sehingga mendapatkan kekuatan super seperti yang dimiliki Spider-Man dan membuatnya terobsesi dengan si superhero. Seiring berjalannya waktu, ia pun membuat kostumnya sendiri dan menjulukinya sebagai Blood Spider.

Ilustrasi Blood Spider
(Sumber: marvel.fandom.com)
Selanjutnya, ketika pengenalan tokoh secara bertahap dimunculkan, kita akan mengetahui motif utama yang ingin disajikan di dalam cerita. Motif tersebut adalah rencana Blood Spider supaya membuat Spider-Man memiliki reputasi negatif bagi warga New York dengan memakai kostum yang mirip dengannya dan membuat aksi teror sampai menghilangkan banyak nyawa orang tak bersalah. Spider-Man pun merasa kesal dan tidak tinggal diam mengetahui tindakan kriminal tersebut. Dibantu oleh kapten polisi bernama Yuri Watanabe, mereka berdua merangkai petunjuk dan kejadian supaya bisa membawa ke keberadaan Blood Spider serta keikutsertaan Wilson Fisk.

Yuri Watanabe versi Insomniac Games
Sumber: marvels-spider-man.fandom.com
Secara keseluruhan, novel ini membuat saya menikmati adegan dan tokoh-tokoh baru yang muncul. Ditambah, konflik batin yang dialami Peter Parker dalam menjalani dua kehidupan yang berbeda begitu terasa. Ia harus bisa membagi waktu untuk bekerja sebagai peneliti di laboratorium dan membasmi kejahatan dalam wujud Spider-Man. Selain itu, hubungan asmaranya dengan MJ pun terasa lebih rumit akibat sikap Peter yang terkesan mengekang, sedangkan MJ butuh "kebebasan" untuk mengeksplorasi dan mengembangkan bakatnya di bidang jurnalisme.

You Might Also Like

0 comments