Pementasan Drama

  • February 10, 2016
  • By Muhammad Agung Wicaksono
  • 0 Comments

Sumber gambar: leestreet.org

Hari Jumat yang cerah di minggu pertama bulan September 2015. Di sana, di sebuah ruangan berukuran sekitar 10x10 meter dan berisi beberapa manusia yang ingin mendapatkan ilmu, sehingga bisa dikatakan kalau itu adalah para mahasiswa yang sedang berada di kelas. Dari beberapa mahasiswa yang datang, salah satunya adalah gue. Gue duduk menghadap papan tulis, tetapi belum ada siapa-siapa di sana karena sang dosen belum datang. Cukup lama kami menunggu beliau yang belum ada kabar apakah datang atau enggak, sehingga kami menjadi pesimis kalau kedatangan kami pagi ini menjadi sia-sia.

Oh, tanpa disadari saat kami sedang bercanda-canda, tiba-tiba pintu kelas terbuka. Ternyata, itu adalah Pak Dosen yang sudah kami tunggu kehadirannya dari satu jam yang lalu, beliau mengajar mata kuliah Drama di semester ini.

Setelah beliau meletakkan tasnya di meja dan berbasa-basi sebentar, beliau langsung menjelaskan tentang tugas ujian akhir mata kuliah Drama. Intinya, kami ditugaskan untuk membuat sebuah pementasan drama yang bisa ditonton oleh khalayak umum dan harus dibagi dua kelompok supaya pementasannya bisa lebih variatif.  Tugas tersebut dimaksudkan juga supaya kami bisa benar-benar mempraktikkan mata kuliah ini, bukan sekadar teori. Ada keheningan cukup panjang dari para mahasiswa setelah mendengar tugas tersebut, tapi akhirnya kami siap dan mengerti untuk melaksanakannya.

Pementasan drama memang tugas setiap tahun untuk mahasiswa semester tujuh konsentrasi sastra di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Gue baru menyadari hal tersebut setelah ada teman sekelas yang menjelaskan kalau tahun lalu dia menonton pementasan drama yang diadakan oleh senior. Naskah dramanya pun juga sama, yaitu A Doll’s House karya Henrik Ibsen yang harus kami adaptasi dan diusahakan gak 100% sama dengan naskah aslinya.

Hal selanjutnya yang dilakukan adalah pemilihan sutradara. Sutradara yang dimaksud adalah dia yang akan bertanggung jawab penuh di kelompoknya. Sayangnya, saat itu ketika bermusyawarah tentang siapa yang ingin menjadi sutradara, ternyata gak ada yang ingin, termasuk gue karena gue lebih memilih menjadi aktor. Akhirnya, sutradara pun ditunjuk supaya masing-masing kelompok bisa mulai menyusun konsep drama yang mereka inginkan. Dan, pilihan sutradara jatuh ke gue dan Zaki. Awalnya, gue menolak, tapi karena teman-teman lain memberi dukungan, gue pun menerimanya.

Pemilihan sutradara sudah, kemudian langkah selanjutnya adalah memilih anggota. Gue dan Zaki bebas memilih anggota untuk diajak berjihad. Bukan, maksudnya untuk diajak bekerjasama menyukseskan pementasan kelompok masing-masing. Anggota yang gue pilih adalah Fekky, Egi, Memet, Fauzier, Mita, Sharfina, Nunu, Ali, Deny, Aliza, Padel, Icha, Nia, Dede, Tami, dan Panji. Dan, setelah kelompok gue terbentuk, kami mulai mendiskusikan seluruh elemen yang akan kami pakai untuk pementasan nanti.

Tugas-tugas di mata kuliah lain ternyata mulai bermunculan hari demi hari, sehingga mengakibatkan kami lebih fokus kepada tugas tersebut yang kebanyakan berbentuk makalah dan penelitian. Latihan drama pun menjadi agak susah disesuaikan dengan aktivitas kami dalam mengerjakan tugas-tugas lain itu.

Pada pertemuan pertama, pembagian peran dan konsep penataan di luar serta dalam panggung masih belum pasti, sehingga masih bisa diganti jika ingin. Pada penulisan naskah, gue menyerahkan kepada Padel dan Icha supaya mereka berdua bisa membuat cerita adaptasi yang lebih keren dan gak ketebak alur ceritanya.

Pada pertemuan selanjutnya, akhirnya sedikit demi sedikit kami sudah bisa melakukan latihan bersama dan mendiskusikan hal-hal apa saja yang dibutuhkan dalam pementasan. Meskipun begitu, jadwal latihan kami masih acak-acakan karena masih fokus ke tugas mata kuliah lainnya.

Gak terasa bulan Desember 2015 tiba, itu adalah bulan di mana ujian akhir semester akan dilaksanakan. Satu demi satu mata kuliah sudah melaksanakan kewajiban UAS. Dan, ternyata pak dosen mata kuliah Drama sudah mulai menanyakan bagaimana persiapan pementasan kelas kami melalui pesan Whatsapp. Beliau berharap kalau pementasan diadakan pada akhir Desember, tapi karena persiapan kami yang masih kurang, kami memutuskan supaya diundur pada tanggal 18 Januari 2016. Pak Dosen agak kecewa mendengar keputusan kami, kami bisa mengetahuinya dari pesan Whatsapp yang beliau balas. Tapi, mau bagaimana lagi.

Setelah semua mata kuliah yang tugasnya membuat penelitian dan makalah selesai, sehingga tugas UAS kami hanya pementasan drama, yaitu pada tanggal 8 Januari 2016, gue langsung mengingatkan kelompok gue supaya berlatih secara maksimal. Pemeran yang awalnya masih abu-abu (baca: belum pasti), gue langsung menetapkan mereka yang menjadi pemeran supaya gak berubah-ubah lagi. Dan, sejak tanggal 11 Januari, kami berlatih dan mulai menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk pementasan.

Tiba-tiba kami mendapat kabar kalau ternyata Pak Dosen meminta supaya pementasan diundur menjadi 15 Januari karena alasan pekerjaan beliau di luar kampus, tetapi gue dan Zaki mencoba bermusyawarah dengannya supaya tanggalnya tetap 18 Januari. Lagipula, pada tanggal yang diusulkan oleh beliau, setelah kami tanya kepada pengurus aula (yaitu Aula Prof. Bustomi Abdul Ghani, lantai empat, Fakultas Adab dan Humaniora), ternyata sudah di-booking terlebih dulu untuk kegiatan lain kampus, sehingga dengan alasan itu tanggal pementasan akhirnya gak diubah.

Persiapan yang kami lakukan adalah latihan semua babak dalam naskah, membuat poster untuk informasi pementasan, properti, kostum, dan semua elemen sudah mulai disiapkan. Dan, pada tanggal 17 Januari, yaitu H-1 pementasan, kelompok gue dan Zaki melakukan gladi resik sampai sore sambil menata aula yang akan kami gunakan supaya terlihat keren dan cocok untuk pementasan.

Hari yang dinanti pun tiba, yaitu tanggal 18 Januari 2016, sebagai hari pembuktian dari hasil kami berlatih drama. Kelompok gue menjadi kelompok yang pertama tampil, yaitu pukul 09.00 WIB, sehingga dari pukul 06.30 kami sudah berada di aula untuk menyiapkan segala hal.

Saat Pak Dosen sudah memasuki ruangan, kami pun mulai mementaskan hasil drama kami. Alhamdulillah, drama kami berjalan lancar dan kami merasa bahwa kerja keras kami terbayarkan.

Poster drama milik kelompok gue:


Poster drama milik kelompok Zaki:


Saat pementasan kelompok gue berlangsung, kami sedang sibuk dan fokus kepada keperluan yang sedang dipakai pada pementasan, sehingga yang ada adalah foto saat pementasan telah selesai:



Dan, inilah semua mahasiswa kelas konsentrasi Sastra angkatan 2012 bersama Pak Dosen:



***

Gambar oleh: @alizakusuma

You Might Also Like

0 comments