Futsal

  • October 23, 2013
  • By Muhammad Agung Wicaksono
  • 5 Comments

Pict by inagurasi.com

Hey, semuanyaaa~

Sudah dua bulan lebih nih gue gak melakukan sebuah aktivitas yang bernama “olahraga”. Kalau diingat-ingat, terakhir kali gue olahraga adalah ketika libur kuliah semester dua belum dimulai. Dan itu berarti udah dari bulan Juni kemarin. Wow, lumayan lama juga ya..

Sebenarnya sih hidup gue beberapa bulan terakhir ini juga bukan full tanpa olahraga, tapi gue masih suka melakukannya kok. Meskipun yang gue lakukan adalah olahraga ringan sih, bukan yang berat-berat banget.

Emang cara membedakan olahraga ringan dengan yang berat gimana, Gung?

Jadi gini... membedakan olahraga ringan dengan yang berat itu sangat mudah sekali, kawan. Yaitu dengan merasakan berapa banyak keringat yang telah keluar dari dalam pori-pori tubuh lo. Kalau misalnya yang keluar banyak banget, kira-kira sampai segalon gitu, itu berarti olahraga yang lo lakuin termasuk olahraga berkategori berat. Tapi kalau keringat yang lo keluarkan sangat sedikit (perbandingannya adalah ketika keringat yang lo keluarkan pas ngeden saat lagi boker ternyata masih lebih banyak), maka itu artinya kalau olahraga yang lo lakukan adalah olahraga berkategori ringan. Gimana? Bingung, kan?

Terus jenis olahraga ringan dan berat itu yang seperti gimana, sih?

Oke, nih gue kasih tau..

Beberapa jenis olahraga ringan, yaitu: Nge-tweet, sms-an, mencet-mencetin joystick pas lagi main video game (baca: senam jari), dan ngegali harta karun (baca: ngupil). 

Beberapa jenis olahraga berat: Nyangkul di sawah seluas 5 hektar, nguras air laut di Samudera Hindia, berenang balapan sama ikan hiu, dan main bola di gurun pasir. Dengan begitu, keringat yang lo hasilkan pun bakal banyak.

Ehh, Gung, makan mie pakai cabe sekilo kan juga bisa ngeluarin banyak keringat? Banyak banget malahan, itu gimana?

Umm... Iya sih berkeringat, tapi... MAKAN MIE PAKAI CABE SEKILO BUKANLAH SALAH SATU JENIS OLAHRAGA!!! NGERTIII???!!! -__-

*Seketika hening*

Ohh iya, ngomongin tentang olahraga berat, gue jadi ingat sama futsal nih.

Menurut gue, main futsal adalah salah satu jenis olahraga berat yang “murah-meriah”. Iya murah... kalau yang main futsal itu satu kelurahan, jadi dengan begitu saat patungan bayar sewa lapangannya lo gak bakal ngeluarin banyak uang, yaa palingan cuma disuruh bayar Rp. 1.000 per orang. Murah banget, kaaaaaan. Tapi kalau misalnya lo memakai sistem “kalah-bayar”, itu yang bakal terasa berat banget untuk ngebayar sewa lapangannya, apalagi yang main cuma sedikit. Maka dari itu, lo harus pintar memilih olahraga berat yang gak memberatkan keuangan lo.

Setelah lumayan lama gue gak main futsal, akhirnya kemarin gue dan teman-teman (cowok) di kelas @ELD_B12, bisa kembali merasakan sensasi bermain futsal lagi. Iya, kemarin tuh ada kompetisi futsal tahunan yang diadakan di jurusan kuliah kami, Bahasa dan Sastra Inggris.

Pada hari Senin (21/10/2013) kemarin, kami sekelas udah mulai latihan futsal sekaligus menyusun strategi untuk dimainkan pas kompetisi di hari selanjutnya. Latihan di hari itu lumayan bisa melatih skill kami menjadi lebih baik.

Hari H pun tiba (22/10/2013), gue dan teman-teman lainnya sudah siap untuk bertanding. Pertandingan pertama, kami melawan kelas semester satu. Kami bisa menyeimbangi permainan mereka, dan alhamdulillah kelas kami menang dengan skor 3 - 2. Karena kelas kami menang, kami pun bisa melanjutkan ke pertandingan selanjutnya untuk berkesempatan lolos ke tahap semi-final. Dan ternyata, kelas kami melawan kelas semester tujuh. Walaupun kami beda empat semester dengan mereka, kami mencoba untuk tetap biasa aja. Gak ada rasa takut sedikit pun untuk melawan mereka.

Awalnya kami kemasukan satu gol di babak pertama, tapi kami bisa membalasnya di babak kedua. Akhirnya sampai peluit babak kedua di bunyikan, skor pun tetap imbang 1 - 1. Dengan begitu, pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Adu penalti berjalan dengan seru. Jantung gue pun juga gak kalah seru deg-degannya seperti mau nembak gebetan yang selama ini gue suka. Eh, kenapa jadi curcol gini. Lanjut ke cerita, setelah adu penalti dilakukan, ternyata kelas kami... belum menang. Tapi gue dan teman-teman sekelas gak merasa kecewa sedikit pun. Kenapa? Karena kami sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik, tentu saja tak lupa diiringi dengan doa. Jadi urusan menang ataupun belum menang, hanya Tuhan yang bisa menentukan. #AgungLagiBijak

Oh iya, karena gue udah menceritakan kisah singkat tentang pengalaman main futsal gue di atas, jadi kali ini gue juga mau ngasih tau nih hal-hal apa aja yang dapat meningkatkan atau bahkan memunculkan semangat bertanding di olahraga futsal. Let's cekidot!

1. Pendukung atau penonton

Penonton yang datang pada suatu pertandingan, udah gak diragukan lagi emang yang paling dinantikan oleh setiap pemain futsal yang ingin bertanding. Kenapa? Karena hadirnya mereka bisa menambah energi dan semangat untuk para pemain. Menurut gue, itu seperti hubungan timbal-balik. Iya, di mana para penonton berkobar-kobar mendukung tim kesayangannya, kemudian dukungan dari mereka ditransfer menjadi sebuah energi positif yang diterima oleh para pemain, dan kemudian para pemain pun bisa bertanding dengan semangat yang berkobar-kobar juga. Tapi itu bukan hanya untuk tim futsal, melainkan semua cabang olahraga juga merasakan hal yang sama. Pokoknya tuh, setiap ada penonton yang datang untuk mendukung, semangat para pemain yang didukung itu akan bertambah. Gitu.

Lo pasti bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau ada pertandingan futsal, tapi gak ada penontonnya sama sekali? Nanti lo mau pamer selebrasi gol ke siapa? Mau pamer gol-gol bunuh diri yang indah ke siapa? Pasti bakal hening banget.

Jadi menurut gue, setiap kali mau bertanding futsal diusahakan untuk selalu membawa penonton. Tapi kalau misalnya lo udah berusaha, tapi ternyata gak ada juga yang mau diajak nonton, cara alternatifnya adalah lo harus memakai penonton bayaran. Ya, seenggaknya mereka bisa meramaikan pertandingan dengan gaya “cuci-cuci kucek-kucek jemur-jemur” khas mereka. Lah, ini mau nonton pertandingan futsal atau acara musik Dahsyat?

2. Mengikuti kompetisi

Ketika lo mengikuti sebuah kompetisi, itu adalah salah satu cara yang bisa memunculkan semangat. Iya, kompetisi yang gue maksud adalah kompetisi futsal, bukan kompetisi balap kerupuk atau makan karung. Inget ya!

Bagi setiap orang (kebanyakan cowok), gak dipungkiri lagi pasti bakal bersemangat banget kalau udah membicarakan tentang kompetisi futsal. Menurut gue emang wajar aja sih, secara kalau misalnya lo mengikuti sebuah kompetisi, lo bakal merasakan gimana serunya bertanding melawan tim yang gak bisa diprediksi sebelumnya, entah itu jago ataupun cemen. Jadi saran gue adalah lo bersama teman-teman satu tim diusahakan untuk sering-sering mengikuti kompetisi, hitung-hitung supaya bisa menambah “jam terbang” atau pengalaman dalam bermain futsal juga.

Contohnya nih, lo mempunyai bakat hebat dalam bermain futsal, tapi selama ini lo hanya memendamnya, wah sangat disayangkan tuh. Cobalah sekali-kali lo show off di depan umum skill lo itu, siapa tau tanpa disengaja ada yang tertarik.

Nah, sehabis lo mengikuti kompetisi, siapa tau aja nasib lo malah makin baik. Tiba-tiba ada orang yang nawarin lo untuk main di sinetron “Si Madun vs Kapten Tsubasa” dan ditawarin juga untuk menjadi salah satu bintang iklan “Sosis Sonais”. Wah, bakalan keren banget tuh!

3. Hadirnya seorang pacar

Nah, ini dia poin terakhir yang paling ampuh.

Apabila poin terakhir ini terpenuhi, gue yakin 100% bisa meningkatkan energi dan semangat lo dalam bermain futsal. Serius!

Yap, apalagi kalau bukan... hadirnya seorang pacar.

Kehadiran seorang pacar di saat kita bermain futsal, rasanya bisa mengheningkan suara gaduh dari penonton yang sedang berkoar-koar. Sesekali menengok untuk memandang wajah pacar sendiri... Ciat ciat ciat... Semangat bakal meningkat drastis!

Bayangkan saja ketika waktu istirahat tiba, katakanlah pergantian babak pertama ke babak kedua. Lagi berkeringat-keringatnya sekujur tubuh kita, eh tiba-tiba muka kita dilapin oleh pacar tersayang. Tunggu dulu, ternyata ngelapnya bukan memakai handuk ataupun tisu, melainkan memakai... cinta. AHAY SEKALI, SAUDARA-SAUDARA!!!! JEBREEET!!! GOOOL!!!

Emang ya kalau lagi main futsal, terus ditonton sama pacar tuh rasanya... *ssttt... sudah... sudah!* *nempelin jari telunjuk ke depan bibir*

***

Oke, segitu dulu yang bisa gue share kali ini. Wassalam~

You Might Also Like

5 comments

  1. kayanya gw pernah papasan sma lu ka.. lu kalo keluar uin lewat depan tarbiyah kan?? kyany pernah papasan disituh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kan gue di fakultas adab.. jadi kalo berangkat/pulang selalu ngelewatin depan tarbiyah.

      btw, kalo ketemu sapa aja.. hehe.

      Delete
    2. ihh takut dikira sksd kaa... gw kan cuma fans blog lu doaang.. heheh gw masi maba di tarbiyah....

      Delete
    3. Hemm gitu.. Gak usah takut, kakak gak ngegigit kok.. Haha.

      Makasih ya.

      Delete
  2. makasih jga ka.. dh bnyak menghibur lewat blogny.. hehe

    ReplyDelete