Gol Šeško Menjadi Penentu Kemenangan di Old Trafford

Manchester United menang dramatis atas Fulham di Old Trafford.
(Sumber gambar: x.com/premierleague)

Manchester United kembali menunjukkan performa meyakinkan sejak Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara pasca kepergian Ruben Amorim. Kemenangan ketiga berturut-turut mereka diraih melalui laga penuh drama melawan Fulham di Old Trafford, dengan skor akhir 3-2 yang ditentukan oleh gol Benjamin Sesko di menit-menit akhir. Selain membawa MU kembali ke posisi empat besar klasemen, menyalip Chelsea dan Liverpool pada perebutan tiket Liga Champions, hasil ini juga menunjukkan ketangguhan mental tim di bawah arahan Carrick.

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Gol pembuka MU lahir melalui situasi kontroversial. Awalnya, wasit John Brooks menunjuk titik putih setelah Jorge Cuenca dianggap menjatuhkan Matheus Cunha di kotak penalti. Namun, VAR membatalkan keputusan itu dan mengubahnya menjadi tendangan bebas karena pelanggaran tarikan baju Cuenca yang terjadi di luar area penalti Fulham. Bruno Fernandes mengirim umpan silang akurat, lalu Casemiro menyambutnya dengan sundulan kencang yang menggetarkan gawang Bernd Leno. Gol ini menjadi bukti bahwa Casemiro mampu memenangkan duel udara dari bola mati, posisi yang akan sulit digantikan ketika kontraknya akan berakhir di MU musim ini.

Umpan tanpa melihat yang dilakukan Casemiro yang mampu dimanfaatkan Cunha untuk mencetak gol.
(Sumber gambar: x.com/premierleague)

Memasuki babak kedua, MU mampu menguasai jalannya laga. Cunha memperlebar keunggulan melalui tendangan keras setelah menerima umpan terobosan dari Casemiro. Saat itu, skor 2-0 terasa aman. Namun, Fulham menolak menyerah. Cuenca sempat mencetak gol yang akhirnya dibatalkan VAR karena offside Samuel Chukwueze. Kemudian, Raul Jimenez berhasil mengeksekusi penalti setelah dilanggar Harry Maguire, membuat suasana semakin tegang. Gol penyama kedudukan datang dari Kevin (pemain pengganti) yang melepaskan tendangan melengkung di menit 91. Untungnya, MU tak kehilangan akal. Tiga menit berselang, Fernandes menggiring bola dengan cerdik sebelum mengirim umpan ke arah Sesko, ia pun menyelesaikannya dengan tembakan akurat ke sudut atas gawang.

Šeško melakukan selebrasi setelah mencetak gol dan menjadi penentu kemengangan Manchester United.
(Sumber gambar: x.com/premierleague)

Di balik hasil positif ini, muncul pertanyaan: bagaimana MU akan menggantikan posisi Casemiro? Pemain berusia 33 tahun itu memang menunjukkan tanda-tanda bahwa kecepatannya semakin menurun, dan kontraknya tak diperpanjang di akhir musim ini. Meski demikian, kontribusinya tetap krusial. Sebagai pemain tengah, ia mampu mencetak gol pembuka melalui duel udara serta memberikan umpan penting kepada Cunha. Selain itu, ia juga bisa menjadi pemain defensif, seperti ketika menghentikan serangan Emile Smith Rowe dan Chukwueze. Ketika digantikan Manuel Ugarte pada menit 75, Fulham langsung tampil lebih leluasa membangun serangan, sehingga berujung pada penalti dan gol penyama. Kepergiannya nanti pun akan meninggalkan lubang besar di lini tengah MU, dan tim rekrutmen MU punya tugas berat mencari pengganti yang mampu menjaga keseimbangan antara posisi bertahan dan menyerang.

Carrick juga diuji kemampuannya supaya lebih memperhatikan pertahanan MU yang masih suka kecolongan. Fulham datang dengan taktik bertahan, bukan serangan intens yang memungkinkan MU memanfaatkan ruang di belakang. Musim ini, MU sudah mencetak 14 gol dari set piece, hanya kalah dari Arsenal yang mencapai 17. Pendekatan ini menjadi senjata ampuh melawan tim yang lebih suka "mengunci diri". Di depan, Bryan Mbeumo berperan fleksibel sebagai ujung tombak, kadang mengejar bola di belakang bek lawan, kadang turun membantu pertahanan dengan cepat. Ini mengingatkan pada gaya Ole Gunnar Solskjaer memanfaatkan Anthony Martial.

Pertanyaan lain muncul: apakah MU menjadi lebih jago di bawah arahan Carrick? Tim kini lebih mengandalkan pertahanan 4-4-2 ketika tanpa bola, kemudian berubah man-to-man saat menekan lawan. Mereka membiarkan lawan membangun dari belakang, tapi siap melakukan tekel jika momentum untuk merebut bola dari lawan dirasa tepat. Dari taktik tersebut, Casemiro dan Luke Shaw sama-sama memberikan pelanggaran di area berbahaya. Pendekatan ini pun memiliki risiko, seperti ketika Maguire dan kiper Senne Lammens terlalu agresif menghadang Jimenez hingga berujung penalti, serta ruang yang diberikan kepada Kevin untuk melepaskan tendangan jarak jauh. Namun, keberanian menyerang dan kreativitas pemain depan, seperti Fernandes dan Sesko, mampu menutupi kekurangan itu.

Carrick sendiri menilai laga ini sebagai ujian sesungguhnya. Ia mengakui Fulham sebagai tim bagus yang tak mudah ditembus. Yang paling membanggakan baginya adalah karakter tim untuk bangkit setelah kebobolan di menit-menit akhir. Ia juga memuji Sesko yang berhasil menebus peluang sebelumnya yang terkena tiang; serta Kobbie Mainoo yang tampil memuaskan, baik dalam duel tanpa bola maupun momen-momen ketika ia sedang menguasai bola.

Secara keseluruhan, kemenangan ini memperkuat momentum positif Manchester United. Carrick berhasil membangun rasa percaya diri dan semangat menyerang, meski permainan terlihat belum sempurna. Dengan tiga laga tanpa kekalahan, tim ini mulai menemukan identitas: tak selalu menang mudah, tapi penuh drama dan kegigihan. Bagi para pendukung, momen seperti gol Sesko di depan Stretford End adalah alasan mengapa mereka tetap setia. Masa depan tampak lebih cerah, asal Carrick dan timnya terus memperbaiki kelemahan, terutama di lini tengah.

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.