I'm Not Lazy, I'm on Energy Saving Mode


Ketika produktivitas adalah hal yang dipuja bagi kebanyakan orang, scrolling media sosial sambil rebahan di kasur atau bersantai di sofa sambil menonton televisi sering dianggap sebagai “kemalasan”. Buku I'm Not Lazy, I'm on Energy Saving Mode karya Dancing Snail muncul untuk menepis stigma itu. Dengan tegas ia menyatakan: "Kamu bukan malas, kamu cuma sedang dalam mode hemat energi". Sebab, istirahat memang penting sebagai proses untuk mengisi ulang tenaga dan ketenangan jiwa.

Dancing Snail (seorang penulis sekaligus ilustrator asal Korea Selatan) menulis buku ini dari pengalaman pribadinya yang panjang dan berat. Selama bertahun-tahun ia bergulat dengan depresi dan kelesuan. Dari sana ia belajar bahwa belas kasih kepada diri sendiri bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Buku ini hadir sebagai teman dekat bagi siapa saja yang sedang mengalami kurangnya motivasi, tidak bergairah untuk melakukan hal produktif, atau sekadar rehat sejenak setelah menjalani hari yang panjang. Lewat bab-bab pendek yang mudah dipahami dan ilustrasi-ilustrasi yang menggemaskan, ia dengan tegas menyatakan bahwa kita berhak untuk beristirahat; sesuatu yang sering kita tunda karena tekanan agar terus terlihat produktif.

Yang membuat buku ini terasa dekat adalah gaya bahasanya yang tidak terkesan menggurui. Dancing Snail tidak menyodorkan solusi, rumus sukses, atau ceramah panjang lebar tentang kesehatan mental. Ia hanya mengungkapkan perasaan secara terbuka. Salah satu kutipan yang menurut saya ngena adalah:

“As adults, because we know that everyone has their problems, we don't lean on anyone when we need support and instead brave it on our own. When we're not okay, we wear a 'social smile' to hide the fact that we're crying on the inside.”

Selain itu salah satu kutipan tentang hidup:

“The only constant in life is change. Just because one thing doesn't go according to plan, it's not the end of the world. Even if we don't know the right answer, sometimes, it's okay to just give something a go.”

Ilustrasi-ilustrasi Dancing Snail pun menambahkan sentuhan personal karena penuh empati dan seolah memeluk pembacanya; sehingga topik-topik berat seperti kesepian, tekanan menjadi dewasa, overthinking, dan "nodam hitam di hati" menjadi lebih mudah diterima. Buku ini terasa ditulis oleh seseorang yang masih "berperang" (dengan batin dan pikirannya), bukan dari atas mimbar dan berteriak "Saya sudah menang dan bebas!". Justru karena itu, pesannya terasa asli dan ngena.

Buku ini seperti ditulis dengan bahasa yang ringan. Ia cocok dibaca sepintas ketika kita sedang bersantai di sofa, dibolak-balik ketika sedang down, atau dibawa ke mana-mana sebagai pengingat bahwa tidak apa-apa untuk tidak produktif hari ini. Di akhir tahun ketika banyak orang merasa lelah karena target, deadline, dan ekspektasi, buku ini hadir tepat pada waktunya. Ia membalik narasi budaya produktivitas yang selama ini membuat kita merasa bersalah setiap kali ingin beristirahat.

Pada akhirnya, I'm Not Lazy, I'm on Energy Saving Mode seperti sosok yang mampu memeluk pembacanya yang sedang lelah menjalani hidup. Ia mengingatkan kita bahwa di dunia yang terus bergerak, kadang kita memang perlu untuk berhenti sejenak, berbaring, dan mengisi ulang energi. Karena hanya dengan cara itulah kita bisa bangkit lagi; bukan karena dipaksa, melainkan karena kita sendiri yang memberikan izin untuk melakukannya.


_________________
Buku I'm Not Lazy, I'm on Energy Saving Mode karya Dancing Snail bisa dibeli di sini:
- Buku fisik (versi Bahasa Indonesia): Shopee
- Buku digital (versi Bahasa Inggris): Amazon

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.