Fase Dewasa

  • November 15, 2016
  • By Muhammad Agung Wicaksono
  • 0 Comments


Ada suatu masa saat gue masih menjadi anak kecil. Itu adalah masa di mana gue sering disuruh oleh kedua orang tua untuk melakukan hal-hal yang gue rasa malas jika dilakukan, seperti tidur tepat waktu pada pukul sembilan malam ataupun gak diperbolehkan main terlalu jauh dari lingkungan rumah. Dan, pada saat itu juga, gue merasa bahwa menjadi orang dewasa itu begitu seru. Maksud gue, ketika itu gue berpendapat bahwa para manusia dewasa adalah mereka yang gak memiliki peraturan ketat seperti yang anak kecil punya. Mereka sudah bisa bertanggung jawab dengan kehidupan mereka sendiri. Ya, itu keren! Sehingga, gue yang masih hijau merasa gak sabar supaya bisa menjadi salah satu dari mereka suatu saat nanti.

...Sampai pada akhirnya, gue benar-benar mulai tumbuh menjadi manusia berpikir dan dianggap dewasa oleh orang-orang sekitar.

Ya, itu adalah masa di mana kenyataan hidup harus benar-benar dihadapi. Tanpa disadari, segala fantasi menyenangkan saat gue masih kecil tentang serunya menjadi orang dewasa, runtuh seketika. Gue menyadari bahwa menjadi dewasa bukanlah tiket gratis untuk bersenang-senang menikmati hidup. Menjadi dewasa itu gak mudah. Segala tanggung jawab, pengorbanan, dan perasaan khawatir sering menyerang.

Meskipun begitu, menjadi dewasa merupakan hal yang luar biasa. Ya, walaupun gak semenyenangkan seperti yang gue bayangkan saat  masih kecil dulu.

***

Khawatir menjadi dewasa itu adalah hal alami. Setiap hari dan setiap tahun, kemungkinan besar dari kita akan memasuki daerah atau tempat baru. Begitu juga setiap detik kita berubah secara fisik dan terus menghadapi segala tantangan baru. Perubahan dan pengenalan hal-hal baru tersebut dalam hidup bisa dirasa menyenangkan, meskipun juga gak jarang membawa kekhawatiran. Sehingga, pertanyaan seperti Mau ke mana lagi gue setelah ini?, Apakah yang sedang gue lakukan sekarang bisa membawa keberhasilan di masa depan?, atau Benarkah jalan yang gue tempuh saat ini memang jalan yang tepat? muncul di dalam pikiran.

Jadi begini, perasaan tersebut adalah perasaan yang dirasakan semua orang. Seenggaknya, beberapa dari rasa kekhawatiran tersebut.

Kita menjadi bertanya-tanya kepada diri sendiri dan merindukan masa-masa saat hidup hanyalah sekadar main-makan-tidur. Bukan seperti sekarang yang segala sesuatunya harus dipertanggungjawabkan dan melihat beberapa di antara teman kita, ternyata sudah melangsungkan pernikahan.

Gak ada manusia yang merasa baik-baik saja setiap saat. Bahkan, ketika ada orang yang kita anggap bahwa kehidupannya terlihat sempurna, jauh di dalam hatinya pasti menyimpan kegelisahan dan sedang menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara yang gak terlihat.

Di umur yang bukan anak kecil lagi ini, akan ada kesedihan dan kegembiraan baru yang muncul. Begitulah, kita harus siap menghadapinya. Jadi, ketika kita berteriak, “Menjadi dewasa itu sungguh susah!”. Sadarlah bahwa akan tiba waktunya ketika kita melakukan sesuatu atau mendapatkan pengalaman baru yang benar-benar luar biasa, kita akan terbiasa dan bisa menikmatinya karena sekarang kita sudah dewasa.

***

Merasa gelisah karena menjadi dewasa itu wajar. Dengan begitu, gak ada salahnya juga untuk mengungkapkannya. Karena, perasaan tersebut adalah perasaan yang sama dirasakan oleh sebagian besar manusia lainnya.

Pada akhirnya, setiap orang dewasa memiliki caranya masing-masing dalam menghadapi pertanyaan Apakah hal yang dilakukannya sudah benar?. Karena, mereka takut untuk mengacaukan segala hal yang sudah direncanakan dan membuat hal yang ingin diraih, ternyata gak berjalan dengan semestinya.

Dengan begitu, intinya adalah kita gak sendirian dalam merasakan bahwa fase dewasa adalah fase yang menegangkan. Sehingga saat kita bisa memaknai fase tersebut dengan pikiran positif, menjadi dewasa adalah fase yang seru untuk dihadapi.

You Might Also Like

0 comments