Bintang di Langit

  • November 24, 2016
  • By Muhammad Agung Wicaksono
  • 0 Comments

Sumber gambar: pinterest.com

Gue suka keluar rumah di malam hari sambil menuju ke atas bambu yang disusun secara horizontal dan rapi, sehingga bisa digunakan untuk duduk ataupun tiduran. Dan, gue lebih suka menggunakannya untuk tiduran sambil menatap langit yang berhiaskan bintang-bintang jika langit sedang cerah. Namun, itu dulu saat kalendar di rumah gue masih menunjukkan bahwa itu adalah tahun 2000, bukan sekarang yang sudah menjadi 2016.

Bintang yang gue lihat saat itu sungguh banyak. Mereka muncul memancarkan sinarnya yang kelap-kelip seakan secara sengaja mereka ingin memberi tahu bahwa alam semesta ini memang luas dan penuh misteri. Kemudian, dari melihat bintang juga, gue bisa berkhayal betapa suatu saat nanti gue akan bisa ke sana sambil mengendarai pesawat canggih ditemani robot untuk mengalahkan Darth Vader seperti di film Star Wars.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, bintang yang gue lihat di langit perlahan mulai menghilang. Mungkin bukan menghilang, bintang-bintang yang dulu sering menyapa di langit hanya sudah gak terlihat karena kondisi lingkungan yang sekarang mulai tercemar akibat polusi. Sehingga jika ingin melihat bintang, gue harus pergi ke tempat yang suasananya masih begitu alami, seperti di daerah pegunungan misalnya.

Dari melihat bintang, gue bisa mendapatkan ketenangan tersendiri. Gue merasa bahwa segelapnya malam, jika ada bintang yang muncul, malam akan terasa begitu indah. Gak hanya hitam pekat yang membosankan. Selain itu, bintang juga bisa mengingatkan betapa kecilnya diri gue. Bukan hanya “kecil” dalam ukuran umum, namun betapa kecil masalah yang sedang gue hadapi, kehidupan yang sedang gue jalani, jika dibandingkan dengan besarnya alam semesta.

Gue merasa ketika melihat bintang-bintang, itu bisa membantu gue untuk membentuk sudut pandang bahwa apapun yang gue anggap penting, menyusahkan, atau sulit di dalam kehidupan yang dijalani sekarang ini sebenarnya bukanlah masalah yang perlu dikhawatirkan. Gue bagaikan sebutir debu yang ditiup angin. Mungkin itulah sebabnya begitu nyaman saat melihat bintang-bintang. Karena, rasanya setiap atom yang ada di dalam tubuh gue, memohon untuk terbang ke langit bergabung bersama bintang-bintang di atas sana.

You Might Also Like

0 comments