Pukul Tiga Dini Hari

  • September 17, 2016
  • By Muhammad Agung Wicaksono
  • 2 Comments


Bacalah tulisan ini ketika siang telah selesai menjalankan tugasnya, sehingga digantikan oleh malam. Begitu juga dengan suara jangkrik di luar rumah yang terdengar lebih nyaring daripada suasana di sekelilingmu, membuatmu merasa bahwa kamar yang kamu tempati begitu hening. Dan, itu menandakan juga bahwa bukanlah ide yang bagus untuk pergi keluar rumah supaya bisa menghilangkan kesunyian yang melanda.

Ini adalah tentang kegelapan yang membuatmu merasa begitu kesepian. Kegelapan yang dihasilkan oleh lampu kamarmu yang sengaja kamu matikan karena kebiasaanmu yang tidak bisa tidur saat lampu menyala. Kegelapan yang menandakan bahwa tidak ada hamparan cahaya matahari di kulitmu yang membuatmu merasa hidup dan suara ceria dari teman-teman di sekelilingmu yang bisa membuatmu bahagia.

Pada malam hari, kesunyian dan kegelapanlah yang menemanimu. Mereka tidak akan pernah pergi, meskipun kamu selalu mencoba mengabaikannya.

Di dalam ruangan ini, kamu merasa sepi, sehingga tanpa disadari ternyata kamu telah tenggelam ke dalam pikiran dan kesedihan yang telah kamu buat sendiri. Kamu melihat jam dinding yang berdetak, kemudian memandang setiap detik waktu di ponselmu berharap kamu bisa mulai tertidur, sehingga bisa membuka mata lagi ketika matahari telah terbit.

Pada pukul tiga dini hari dan kamu merasa sendiri, itu adalah hal yang bisa membuatmu merasa seolah-olah seluruh dunia melawanmu. Karena pada saat itu, kamu berpikir tentang setiap pilihan yang telah kamu buat dan betapa keputusan tersebut sangat berdampak kepada hidupmu sekarang. Kemudian, kamu juga memikirkan tentang semua tindakan bodoh yang pernah kamu lakukan di masa lalu. Jika saja saat itu kamu menyadarinya, pasti saat ini segala hal bisa sangat berbeda dan berjalan lebih baik.

Kamu sudah terbiasa merasakan “sakit”, sehingga hampir tidak ada lagi kesedihan yang kamu rasa pada malam ini. Dan, itu yang membuatmu merasa hampa. Bahkan, air mata dari tangisan sendumu tak lagi berteriak, mereka juga menjadi diam. Air matamu sekarang turun perlahan membasahi wajahmu secara tiba-tiba, seolah-olah mereka mengerti tanpa harus disuruh.

Tanpa disadari, kehampaan yang kamu rasakan saat ini  membuatmu lelah. Meski begitu, rasa kantuk tak kunjung datang.  Kamu merasa sunyi, namun di saat bersamaan pikiran di otakmu ternyata begitu berisik. Pikiran di otakmu ternyata memunculkan segala isinya ketika kesendirian menghampirimu. Membuatmu jadi merasakan sebuah emosi yang tak bisa dijelaskan.

Inilah malam yang bisa membuatmu merasa tak ada seorang pun di dunia ini yang menyukaimu. Kamu juga membayangkan seandainya sekarang dirimu mengemas segala barangmu dan kabur entah ke mana, pasti tidak akan ada yang memperhatikan dan peduli.

Otakmu mengatakan bahwa kamu tak akan pernah menemukan cinta sejati yang selama ini kamu dambakan karena kamu memang tak layak untuk mendapatkannya. Kamu juga memikirkan seberapa besar kamu membenci dirimu sendiri dan benar-benar menghancurkan segala yang telah kamu usahakan dalam urusan cinta karena suara-suara dalam pikiranmu terdengar begitu nyaring saat pukul tiga dini hari. Itulah yang menyebabkan kamu terperangkap dalam pikiranmu sendiri di malam yang sunyi.

Kamu berharap saat ini ada seseorang yang bisa diajak berbicara, seseorang yang juga bisa menemani keheninganmu karena itu adalah jalan keluar untuk membasmi kehampaan yang kamu rasa. Namun kenyataannya, tak ada seorang pun di sekitarmu.

Segala pikiran negatif masih membanjiri otakmu dan membunuhmu secara perlahan. Kamu pun mulai berpikir bahwa kamu memang pantas merasakan “kesakitan” ini, seperti ada sebuah pisau yang menghujam dadamu semakin dalam.

Itu semua memang bisa menyakitkan karena mungkin dirimu menemukan kenyamanan dalam kesakitan itu, mungkin kamu juga menemukan kedamaian dalam kesedihan yang kamu rasakan setiap malam.

Tapi, ingatlah selalu tentang satu hal; bahwa kamu tidak sendirian saat pukul tiga dini hari dan merasakan seluruh kesunyian ini. Kamu bukanlah satu-satunya yang merasakan segala kegelisahan yang menyelimuti pikiranmu. Dan, kamu juga bukan satu-satunya yang diikat oleh kehampaan, sehingga kamu tak bisa lari darinya. Ya, kamu tidaklah sendirian, meskipun banyak hal yang kamu rasakan di pukul tiga dini hari.

Karena, ketika matahari pagi menampakkan sinarnya dan suara-suara dari orang yang kamu kenal mulai terdengar, kamu tak akan merasakan kesepian lagi.

Yakinlah bahwa kamu lebih kuat daripada segala kesunyian yang kamu rasa dan kamu juga lebih bijaksana daripada segala pikiran negatif yang menghampirimu. Memang, mungkin ada saatnya kamu seperti merasa sendiri dan tersesat, tapi yakinlah itu hanya perasaanmu saja. Yang sebenarnya terjadi adalah dunia ini membutuhkanmu, begitu juga dengan orang-orang di sekelilingmu. Mereka pasti akan bersedih seandainya mengetahui bahwa kamu hilang dari dunia ini.

Semua orang berusaha untuk mendapatkan masa depan terbaik dan yakinlah bahwa suara-suara negatif dalam pikiranmu saat pukul tiga dini hari bukanlah masalah besar untuk dikhawatirkan.

Tetap optimis dan semangat! Jangan biarkan pikiran negatif menyelimuti otakmu sampai pagi datang karena segala hal yang kamu khawatirkan pasti akan baik-baik saja. Yakinlah itu.

You Might Also Like

2 comments