Antara PHP dan Rasa Terlalu Berharap

  • May 10, 2013
  • By Muhammad Agung Wicaksono
  • 4 Comments


Akhir-akhir ini gue sering dapat curhatan dari teman cewek bahwa katanya dia udah jadi korban PHP. Kalau masih ada yang belum tahu arti PHP, gue kasih tahu, ya:

PHP adalah singkatan dari Pemberi Harapan Palsu

Nah, setelah dia udah cerita panjang lebar, ternyata dia merasa bahwa dia udah di-PHP-in sama cowok yang lagi deket sama dia. Setelah dia cerita kayak gitu, gue jadi penasaran, kenapa dia bisa mengatakan bahwa cowok itu PHP. Ternyata setelah gue tanya lebih jelas, dia tuh merasa diberi harapan palsu setelah si cowok yang udah deket banget sama dia menghilang begitu aja tanpa alasan yang jelas. Dari penjelasan itu-lah akhirnya gue bisa menyimpulkan arti PHP yang sesungguhnya.

Tapi, saat gue lihat dari kasus asmara anak remaja zaman sekarang, banyak banget yang bilang kayak gini:

“Huft, gue kesel banget nih. Gue abis di-PHP-in sama orang yang gue suka!!!”

“Arrrggghhh... Dasar cowok gak tahu diri!!! Bisanya cuma nge-PHP-in gue doang!!!”

“Semalem janjinya mau nge-LIKE status Facebook gue, tapi sampe sekarang gak ada notif LIKE dari dia tuh. Dasar PHP!!!”

Dari kejadian-kejadian tersebut, gue merasa kalau arti PHP di sini udah mulai belok dari arti yang sering orang-orang bilang. Gue melihat bahwa di sini sebagian besar PHP yang dimaksud adalah ketika ada seseorang yang menganggap dia udah jadi korban harapan palsu, padahal si korban sendiri-lah yang nampaknya ke-ge'er-an duluan. Jadi, bisa dicontohin seperti ini:

Si A udah mencoba untuk bersikap biasa-biasa aja ke B, tapi ternyata si B udah merasa jatuh cinta ke A, akhirnya si A pun dituduh bahwa dia gak peka dan udah ngasih harapan palsu ke B.

Parah, kan? Iyaaa.

Oke, dari kasus di atas gue mau mencoba untuk menjelaskan mana yang pantas disebut PHP dan mana yang udah merasa ke-ge'er-an duluan. Apa sajakah itu? Let’s cekidot!

1. Seseorang tiba-tiba akan menjadi ge'er tingkat dewa ketika sedang jatuh cinta

Gue emang harus mengakui ketika kita sedang merasakan yang namanya “jatuh cinta”, kita pasti akan dilanda rasa ge'er yang begitu parah dari orang yang disuka. Misalnya aja ketika dia meng-update status di akun twitter-nya:

“Gak tau kenapa jadi pengen cepet-cepet melewati hari Minggu ini supaya besok bisa ketemu kamu lagi di sekolah.”

Nah, karena lo udah naksir banget ke dia, pasti lo menganggap kalau tweet yang dia update itu ditujukan untuk lo, sehingga lo jadi berharap. Atau, suatu hari ketika lo sedang jalan sendirian sepulang dari sekolah/kampus, tiba-tiba gak sengaja berpapasan dengan dia yang lagi naik motor sehingga dia nawarin lo untuk pulang bareng. Tapi, karena lo udah naksir berat ke dia, perlakuan yang dia berikan pun jadi lo anggap sebagai sebuah harapan.

2. Gak ada maksud untuk ngedeketin lo

Kejadian seperti ini kayaknya sering terjadi di sekitar gue. Jadi, tiba-tiba ada teman cewek gue marah-marah gak jelas karena dia merasa di-PHP-in oleh seorang cowok. Dia ngaku kalau tuh cowok padahal sering telponin dia, SMS-in dia, ngajak dia jalan-jalan, tapi kok akhirnya tuh cowok malah jadian sama sahabatnya sendiri. Menyedihkan? Iyaaa.

Karena gue penasaran, gue pun nanya ke dia,

“Lo ketika lagi telponan atau SMS-an sama tuh cowok, biasanya lo ngomongin apa?”

Lalu, teman gue ngejawab,

“Dia suka nanyain tentang kabar si Agnes. Terus, dia juga sering ngajak Agnes untuk jalan bareng sama gue dan dia.”

“Abis itu?” gue malah jadi tambah penasaran.

“Dia suka ngajak gue jalan berdua dan dia juga sering minta informasi tentang hal apa aja yang jadi kesukaan Agnes.”

Dari sini gue mulai sadar bahwa tuh cowok bukan bermaksud untuk memberi harapan palsu, melainkan dari pertama emang dia berniat untuk PDKT... ke Agnes, bukan ke teman gue. Dari kasus tersebut terlihat kalau teman gue jadi sakit hati gara-gara ternyata tuh cowok malah jadian sama si Agnes (sahabatnya sendiri), yaa... jangan nuduh kalau tuh cowok PHP dong. Itu adalah salahnya kenapa dia naksir sama tuh cowok, padahal jelas-jelas si cowok lebih aktif nanyain kabar tentang Agnes, bukan dirinya.

3. Hanya ingin bersilaturahmi

Ada saatnya di mana seseorang (lawan jenis) tiba-tiba masuk ke dalam kehidupan lo, terus baik sama lo, padahal niat dia hanya ingin mencari teman baru atau menjalin silaturahmi. Tapi, terkadang kebaikan yang dia tunjukin ke lo itu ditanggapi secara berlebihan karena lo udah naksir ke dia.

Contoh sederhananya gini, lo sedang sakit, kemudian dia menjenguk dan membawakan lo bunga dan buah-buahan supaya lo bisa bersemangat lagi. Padahal, niat yang sebenarnya adalah dia pengin nyontek tugas sekolah/kuliah ke lo kalau udah sembuh. Itu juga dia lakukan atas dasar pertemanan. Tapi, karena lo udah naksir dia, lagi-lagi lo menganggap kebaikan yang dia berikan secara berlebihan. Sehingga lama-kelamaan dia merasa ada yang aneh, akhirnya dia pun jadi ngerasa gak nyaman karena dia gak mau ada hubungan spesial antara dia dengan lo karena dia cuma menganggap lo sebatas teman. Semenjak kejadian itu, dia berusaha untuk mencoba jaga jarak atau mungkin pergi setiap ada lo. Nah, pasti seketika lo menganggap dia adalah PHP, kan? Jelas-jelas bukan, itu sih karena lo yang gampang naksir sama orang.

4. Harus bisa membedakan antara harapan dengan kebaikan

Kasus ini hampir sama dengan poin pertama di atas. Orang baik emang nyenengin banget. Tapi lo juga harus sadar kalau ada orang yang baik sama lo, bukan berarti kalau dia juga sayang.

Contohnya gini, di kelas lo ada murid baru (lawan jenis) yang lumayan keren. Pastinya dia sama sekali belum punya teman, kan? Ternyata dia disuruh guru untuk duduk semeja sama lo.  Kemudian, karena lo adalah teman pertamanya di kelas, so pasti dia jadi selalu bareng sama lo dan juga suka ngebaikin lo. Mungkin lo juga bakal sering ditraktir makan di kantin, dibayarin nonton bioskop, diisiin pulsa, bahkan sampai... dibeliin parfum (ternyata lo bau badan).

Dan sampai akhirnya, ketika dia udah punya banyak teman di sekolah, dia juga udah mulai untuk baik ke semua orang yang dia kenal, lo pun bakal merasa kalau lo udah gak spesial lagi di hidupnya karena perlakuannya yang baik ke semua orang. Terus lo nganggap bahwa dia itu PHP, padahal jelas-jelas lo yang terlalu berharap sama dia.

5. PHP yang sesungguhnya

Sebelum gue lanjut, gue mau menjelaskan ciri-ciri orang yang benar-benar pantas untuk dibilang PHP. Jadi, kalau lo menemukan kejadian-kejadian di bawah ini, lo gak dosa menuduh dia sebagai seorang PHP.

Suka manggil-manggil dengan kata “Sayang”

Gue cuma mau bilang hati-hati kalau lo menemukan orang yang gampang banget manggil dengan kata “sayang” ke setiap orang, apalagi ke orang yang baru dia kenal dan sama sekali belum jadian. Waspadalah, itu adalah PHP yang sesungguhnya. Karena untuk sebagian orang, panggilan “sayang” mempunyai makna sakral yang gak bisa dipakai oleh sembarang orang. Bagi orang yang gak gampang ge'er pun, dia akan menjadi ge'er seketika ketika orang yang dia suka memanggilnya dengan kata “sayang” secara tiba-tiba.

Suka mengucapkan kata-kata gombal romantis

Ketika lo lagi deket dengan seseorang dan dia sering mengeluarkan kata-kata gombal di BBM/Whatsapp/Media sosial lainnya serta di telpon, sehingga dia berhasil membuat lo “terbang” karena terpesona, tanpa disadari bahwa dia sebenarnya udah ngasih harapan ke lo. Harapan palsu atau bukan, yaa... tergantung dari dia yang menghilang gitu aja atau emang dia bisa lanjut sama elo.

Suka memakai emoticon “titik dua - bintang”

Kejadian ini juga patut untuk diwaspadai ketika lo sedang chatting-an dengan seseorang yang lagi deket sama elo, tapi kemudian dia mengirimkan pesan yang ada emoticon bermakna kiss, itu menandakan kalau dia sedang mencoba untuk memancing lo supaya lo juga mau membalas emoticon yang sama ke dia, kemudian lo memberikan “lampu hijau”. Tapi, kalau akhirnya dia malah tiba-tiba hilang gak jelas gitu aja, tanpa melanjutkan PDKT yang telah lo lakuin dengan dia, itu merupakan salah satu bukti kalau dia emang benar-benar... The Real PHP.

Hukuman yang pantas untuk sang PHP

Dimasukkan ke dalam karung, terus dibuang ke tengah Samudera Hindia. Biarkan dia berenang bersama ikan hiu dan paus di sana.

Cuma bercanda kok. Lagian untuk apa membalas keburukan dengan keburukan, bukannya lebih baik kita membalas keburukan dengan kebaikan yang tulus supaya sang pelaku akhirnya malu dengan apa yang diperbuatnya. Ya, itu. Percayalah, kawan.

Jadi, dari penjelasan gue di atas, gue cuma mau ngasih tahu kalau anggapan sebagian besar orang tentang PHP itu gak semuanya benar. Mungkin di antara lo emang ada yang pernah merasa menjadi korban PHP, terus jadi sakit hati karena kebaikan yang dia berikan. Tapi, alangkah baiknya sebelum kita nge-judge orang itu sebagai PHP, kita introspeksi diri sendiri dulu apakah dia yang benar-benar memberi harapan palsu, atau kitanya aja yang gampang ge’er.

***

Oke, dari penjelasan-penjelasan gue di atas, seandainya lo gak mau jadi korban PHP, jalan satu-satunya yaa... jangan gampang merasa ge’er atas kebaikan seseorang yang disuka. Jadi, misalnya malam Minggu ini lo diajak jalan sama seseorang yang lo taksir dan lo menganggap itu adalah sebuah dating, belum tentu dia menganggapnya dating juga kayak yang lo pikirkan. Bisa aja dia cuma menganggapnya sebagai jalan-jalan biasa, gak bermaksud untuk berpikiran lebih jauh.

Jeeeng-jeeeng jeeeng-jeeeng~

Udah, kalau lo tau jadinya bakal kayak gitu, mending batalin aja sebelum semuanya terjadi dan lo jadi sakit hati. Batalin aja dari sekarang, daripada nanti lo nangis di dalam angkot gara-gara ditinggalin gitu aja sama dia di tengah jalan. #Doktrin #PenjombloanMassal

You Might Also Like

4 comments

  1. kalo misal gini, dulu cewek pernah nembak cowok trus ditolak, setaun kmdian si cowok sms dan tiba2 pengen maen kerumah, gatau modusnya apa, layak dikategorikan sbg PHP ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, bisa jadi. Yang penting lo jangan cepet ngerasa ge'er kalo sekarang dia jadi bersikap baik ke lo, siapa tau dia punya maksud terselubung. Lo juga harus bisa ngebedain mana yang modus dan mana yang tulus. Tetap waspadalah, kawan!

      Delete
  2. cara ngudahinnya gimana kalo terlalu sayang tp dia nya ga sayang, cuma sering manggil pake kata syang dan gombal romantis gitu :3 tp aku ga bisa jauh dari dia :( aww pusing.. solusi nya untuk ngejauhin cowok php itu gimana? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Solusinya, jangan terlalu sayang. Sayang ke orang sewajarnya aja. Karena kalau kita berlebihan memberikan rasa sayang, nanti malah kesel sendiri saat gak terbalas.

      Delete